Pandangan Tentang Aktivitas Seksual saat Bulan Ramadhan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Seks merupakan kebutuhan fisiologis (dasar) bagi setiap pasangan suami istri. Kegiatan seks memiliki banyak manfaat diantaranya untuk memiliki keturunan, menjaga keharmonisasian rumah tangga dan sebagai media untuk menyalurkan rasa kasih sayang kepada pasangan. Saat bulan ramadhan datang, umat muslim menyambutnya dengan penuh suka cita. Pada saat bulan ramadhan pula umat islam lebih memfokuskan kegiatan untuk beribadah menambah amal kebaikan.

Terdapat beberapa larangan saat kita menjalankan puasa, diantaranya adalah larangan untuk makan, minum dan melakukan hubungan seksual. Sekalipun dengan pasangan suami istri yang sah, kegiatan seksual tetap tidak diperbolhekan saat berpuasa. Mengapa demikian? Keadaan seseorang ketika ingin melakukan hubungan seksual merupakan dorongan nafsu, sedangkan nafsu untuk makan, minum dan seks harus ditahan sejenak saat berpuasa karena sudah menjadi aturan.

Beberapa pendapat memiliki pandangan bahwa kegiatan seksual seharusnya dihentikan untuk sementara waktu ketika bulan ramadhan karena ingin fokus pada ibadah. Alasan dari pandangan tersebut adalah karena di malam hari, dapat dimanfaatkan untuk melakukan itikaf atau berdiam diri di masjid sebagai bentuk rasa syukur pada Tuhan dan merenung akan kehidupan.

Setiap pasangan yang melakukan aktivitas seksual ketika berpuasa sudah dihitung batal. Hal ini jelas diatur dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 187, bahwasanya manusia tidak diperkenankan untuk melakukan hubungan seksual saat berpuasa dari terbit hingga tenggelamnya matahari.

Potongan ayat tersebut sebenarnya dapat disimpulkan bahwasanya kegiatan seksual masih dapat dilakukan ketika bulan ramadhan, namun tidak boleh ketika waktu berpuasa. Kegiatan seksual menjadi kebutuhan bagi pasangan suami istri untuk melengkapi kehangatan rumah tangga, sehingga masih perlu untuk dilakukan ketika bulan puasa. Waktu yang dapat digunakan untuk melakukan aktivitas seksual adalah pada malam hari.

Apabila hasrat untuk melakukan hubungan seksual tertahan dalam waktu yang lama, dikhawatirkan akan membawa dampak buruk dari segi psikologi dan fisik. Dampak negatif yang signifikan adalah dari segi psikologi, diantaranya adalah munculnya rasa cemas dan stress karena tidak dapat menyalurkan hasrat seksual.

Berpegang teguh pada aturan yang sudah jelas di dalam Al-Qur’an, kegiatan seksual masih bisa dilakukan ketika ramadhan, hanya saja saat sudah waktu berbuka hingga sebelum waktu imsak. Bagi pasangan suami istri yang khawatir tentang hal ini diharapkan untuk dapat menyerap informasi yang benar. Sesuai dengan niat hati masing-masing umat islam, apakah tetap dilakukan atau tidaknya hubungan seksual saat bulan ramadhan.

Hal yang perlu diingat adalah dengan membatasi waktu bercinta saat bulan ramadhan, karena masih banyak aktivitas yang dapat membuat kita mendapatkan pahala yang lebih banyak. Boleh saja melakukan hubungan seksual saat bulan ramadhan, hanya saja waktu yang ditentukan terbatas sehingga Anda harus pintar dalam mengatur aktivitas seksual dengan pasangan Anda. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here