Panduan Bagi Lansia yang Ingin Berpuasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Para manula atau lansia cenderung memiliki keinginan berpuasa yang lebih tinggi, meskipun kondisi fisik mereka sudah mulai menurun. Bahkan, para manula memiliki kecenderungan berlomba-lomba memperbanyak ibadah mengingat usia yang sudah tidak muda lagi. Pada dasarnya, tidak ada larangan bagi lansia untuk berpuasa. Bahkan, berdasarkan banyak pengalaman dari manula yang berpuasa, justru merasakan banyak manfaat bagi kesehatannya.

Penelitian menunjukkan tidak ada gangguan fungsi ginjal pada kaum lansia yang berpuasa selama asupan cairan tubuhnya terpenuhi, yaitu antara 1,5–2 liter/hari. Hasil penelitian juga menunjukkan terjadinya penurunan asupan kalori, kolesterol total, LDL, trigliserida, dan asam urat bagi para lansia yang berpuasa.

Meskipun para lansia memiliki semangat yang tinggi untuk berpuasa di bulan Ramadhan, namun harus tetap mempertimbangkan kondisi kekuatan fisiknya. Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh lansia yang ingin berpuasa:

  • Pastikan bahwa kondisi fisik masih kuat dan mampu untuk melaksanakan puasa. Bila kondisi kesehatan kurang
  • Rutin memeriksakan diri ke dokter. Selain memeriksa fisik, biasanya seorang dokter juga akan meminta dilakukan pemeriksaan laboratorium (darah, urine) untuk mendeteksi adanya penyakit tertentu, seperti kadar gula, kolesterol, asam urat dan lain-lain. Selanjutnya, banyak berkonsultasi dan minta nasihat terkait dengan kondisi kesehatan jika nantinya berpuasa.
  • Tidak sedang mengalami penyakit komplikasi atau penyakit infeksi yang berat.
  • Hendaknya memilih aneka ragam makanan padat gizi dan jangan hanya mengandalkan suplemen. Banyaklah mengonsumsi makanan berserat, minum cukup cairan (1,5–2 liter per hari), kurangi lemak dan kolesterol, batasi konsumsi garam dan gula.
  • Kebutuhan kalori orang usia lanjut harus mengandung zat gizi seimbang, sesuai kebutuhan individu meski tidak berpuasa. Namun, pola makan yang dianjurkan saat puasa adalah 40% kalori saat sahur, 50% kalori saat berpuasa, dan 10% kalori setelah salat tawarih.
  • Pada manula, gerakan usus sudah lebih lambat sehingga proses pengeluaran kotoran pun sering terjadi masalah atau sembelit. Oleh karena itu, pentingnya mengonsumsi air dan serat yang cukup saat sahur dan berbuka.
  • Walaupun nafsu makan dan minum akan semakin berkurang saat berpuasa pada manula, tidak dibenarkan untuk menunda sahur ataupun berbuka. Para lansia yang berpuasa harus makan di saat harus makan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar para lansia tidak kekurangan nutrisi dan cairan.
  • Tetap berolah raga dan aktif secara fisik. Sesuaikan dengan kemampuan fisik, mengingat dari segi usia yang sudah tidak muda lagi. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai olahraga. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here