Panduan Menjalankan Puasa Ibu Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ibu hamil tentunya dalam menjalankan puasa akan sangat berbeda ketika tidak sedang hamil. Intinya, selama ibu hamil telah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan sehat dan telah dikonsultasikan dengan ahlinya, maka ibu hamil diperbolehkan untuk melakukan puasa, khususnya selama bulan ramadhan.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh Iranian Journal of Pediatrics tahun 2010, ibu hamil yang menjalani puasa dengan nutrisi yang sesuai tidak menyebabkan dampak pada pertumbuhan janin dalam rahim dan waktu kelahiran. Nah, berikut sejumlah tips yang dapat dilakukan oleh ibu hamil selama berpuasa:

  • Saat sahur

Pilih makanan yang mengandung protein dan lemak dalam jumlah cukup. Kedua jenis zat gizi ini dapat bertahan lebih lama di pencernaan sehingga memperlambat rasa lapar di siang hari. Sebaiknya, ibu hamil banyak mengkonsumsi daging. Daging adalah makanan yang mengandung kalori dan protein sangat tinggi yang bisa disimpan tubuh dalam waktu cukup lama.

Upayakan juga makanan yang kaya vitamin C dan mineral seng (zinc) untuk menjaga vitalitas tubuh. Hindari mengonsumsi makanan manis saat sahur agar tubuh tidak lemas dan cepat merasa lapar akibat insulin shock. Jangan lupa, minum air putih sebanyak-banyaknya. Tambahan segelas susu hangat juga dianjurkan.

  • Saat berpuasa

Jalani puasa dengan niat dan tekad yang bulat dan ikhlas agar hari-hari berpuasa terasa ringan dan membahagiakan meski sedang hamil serta cukuplah beristirahat. Bila memungkinkan, sediakan lebih dari porsi istirahat sebelumnya. Kurangi porsi aktivitas yang membutuhkan energi ekstra, misalnya aktivitas di lapangan atau pikiran yang berat-berat. Sedapat mungkin hindari stres dan buang jauh dorongan untuk marah.

  • Saat berbuka

Awali berbuka dengan minuman hangat dan manis untuk meningkatkan kadar gula darah. Namun, ibu hamil juga harus tetap membatasi makanan dan minuman yang manis. Hindari minuman dingin karena dapat menurunkan kerja lambung. Kemudian, ibu hamil dapat melanjutkan dengan menyantap makanan yang mengandung karbohidrat sederhana sehingga lebih mudah diserap tubuh, seperti kolak atau  kurma.

Setelah salat magrib, makanlah dengan porsi lebih besar, tapi jangan langsung kalap. Sehabis salat tarawih, usahakan untuk makan walau hanya sedikit. Sebelum tidur, untuk memproses produksi ASI, cobalah makan makanan ringan dengan minuman hangat.

Segera batalkan puasa jika ibu hamil mengalami:

  • Muntah-muntah lebih dari tiga kali yang dikhawatirkan menyebabkan terjadinya dehidrasi.
  • Mengalami diare yang diikuti rasa mulas dan melilit.
  • Mimisan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah pertanda kondisi tubuh sudah tidak stabil.
  • Lemas, pusing diikuti dengan mata yang berkunang-kunang pertanda hipoglikemia dikhawatirkan janin mengalami kekurangan gizi.
  • Mengalami keringat berlebih, khususnya keringat dingin, pertanda bahwa tubuh bahwa kondisi fisik ibu hamil sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here