Panduan Puasa Sehat untuk Anak Penderita Epilepsi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pada hakekatnya, agama Islam menyuruh kita berpuasa tidak hanya sekedar menjalankan kewajiban ibadah saja, karena ternyata banyak manfaat yang bisa di dapatkan bila kita berpuasa. Dari berbagai penelitian dikatakan, bahwa saat berpuasa terjadi proses detoksifikasi dari organ-organ tubuh kita. Berpuasa juga dapat meningkatkan imunitas tubuh serta puasa yang dilakukan secara teratur dapat memperpanjang usia.

Penderita epilepsi umumnya akan mengalami kejang sebagai salah satu bentuk serangan. Namun dalam menjalankan puasa, penderita epilepsi tidak boleh sembarangan. Terutama hal ini berlaku bagi penderita epilepsi yang masih dalam proses pengaturan dosis obat.

Pada beberapa penelitian di luar negeri memang banyak yang tidak menganjurkan penyandang epilepsi untuk berpuasa karena dikhawatirkan kondisi lapar (kurang kadar gula darah atau hipoglikemia) akan mencetuskan kejangnya, demikian juga dengan waktu tidur yang kurang. Akan tetapi ternyata yang berpengaruh adalah karena siklus bangun tidur mereka yang berkali-kali. Misalnya bangun sahur terlalu dini, sehingga setelah sahur tidur lagi sebentar sampai imsak atau subuh, kemudian tidur lagi. Atau mau iktikaf di masjid semalaman, sehingga saat aktifitas keesokan harinya jadi terganggu karena mengantuk.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Seizure tahun 2008 ini melihat bahwa perubahan jadwal minum obat akan meningkatkan risiko pengidap epilepsi kejang saat puasa. Namun, berbeda dengan penelitian tahun 2015, dalam penelitian ini jenis pengobatan monoterapi dan politerapi tidak memengaruhi risiko kejang.

Jika dihimpun dari berbagai studi kasus dan penelitian, pada dasarnya puasa memang bisa meningkatkan risiko seorang pengidap epilepsi dewasa mengalami kejang. Akan tetapi, ini semua kembali lagi pada kondisi tubuh setiap orang yang berbeda-beda dan juga jenis pengobatan yang sedang dijalani saat berpuasa. Maka, Anda sangat disarankan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter saraf Anda sebelum menjalani puasa. Dokter mungkin mengizinkan Anda berpuasa dengan syarat-syarat tertentu, misalnya harus tidur cukup atau mengubah jadwal minum obat.

Ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kejang di bulan puasa, yaitu sebagai berikut:

  • Kelelahan dan stres
  • Tidak makan dan minum selama berjam-jam
  • Perubahan pola minum obat
  • Perubahan pola tidur, termasuk kurang tidur karena harus sahur

Berikut panduan puasa sehat bagi penderita epilepsy:

  • Jaga pola hidup sehat. Dengan mengonsumsi makanan sehat bernutrisi saat sahur dan buka puasa, Anda bisa mencegah berbagai penyakit yang bisa membuat Anda lebih rentan kejang.
  • Jangan lewatkan dosis minum obat. Tetap ikuti jadwal minum obat baru yang sudah disesuaikan oleh dokter Anda. Kalau kelupaan, segera minum saat Anda ingat.
  • Tidur cukup setiap hari. Karena Anda harus bangun lebih pagi untuk sahur, usahakan untuk tidur lebih cepat. Kurang tidur bisa mengganggu aktivitas otak dan memicu kejang epilepsi.

Hindari penyebab stres serta aktivitas fisik berlebihan. Dua hal tersebut bisa memicu lonjakan hantaran listrik di otak dan menyebabkan kejang epilepsi. (KKM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here