Pantangan Asma

SehatFresh.com – Asma merupakan penyakit yang disebabkan peradangan pada saluran pernapasan. Para ahli percaya bahwa asma disebabkan genetik dan faktor lingkungan. Pada penderita asma, sistem daya tahan tubuh yang sangat sensitif membuat saluran pernapasan bengkak dan meradang ketika terpapar pemicu asma tertentu yang pada gilirannya menimbulkan gejala sesak napas, nyeri dada, batuk, dan mengi.

Seringkali, asma berkembang dari masa kanak-kanak. Genetik memang berpengaruh kuat pada risiko asma seseorang. Anak yang memiliki orangtua berpenyakit asma seringkali menderita penyakit serupa. Infeksi saluran pernapasan di masa kanak-kanak juga bisa mengakibatkan seseorang menderita asma kronis.

Belum ada obat yang dapat menyembuhkan asma sepenuhnya. Secara umum, asma ditangani dengan meminum obat atau menggunakan inhaler untuk meredakan serangan asma. Namun, obat ternyata bukan jalan terbaik untuk mengendalikan asma. Perubahan gaya hidup dinilai lebih efektif dalam meminimalisir kekambuhan asma. Perubahan yang paling utama adalah dengan menghindari pantangan asma. Apa saja pantangannya?

  • Terpapar pemicu alergi

Reaksi alergi yang dipicu oleh antibodi seringkali menyebabkan peradangan saluran napas yang menyebabkan asma. Namun, tidak semua orang yang memiliki alergi juga akan menderita asma. Debu, serbuk sari, tungau, kecoa, bulu hewan peliharaan, jamur, bahan kimia tertentu, seringkali menjadi pemicu alergi yang juga memicu kambuhnya gejala asma. Alergi makanan juga kerapkali memicu gejala asma. Terkait ini, penting untuk mengetahui makanan apa saja yang bisa memicu alergi. Susu, telur, kacang tanah, kedelai, gandum, ikan dan kerang, serta zat aditif makanan seringkali menjadi pemicu gejala asma.

  • Terkena asap

Penderita asma sangat sensitif terhadap asap dan bau yang menyengat. Asap yang paling sering kita jumpai di lingkungan ialah asap rokok. Asap rokok sangat berpotensi mengiritasi saluran pernapasan dan paru-paru. Sedikit asap rokok saja bisa memicu gejala asma yang parah. Bau parfum yang menyengat serta asap dari pabrik-pabrik, mobil, atau pembakaran kayu juga bisa memicu gejala asma.

  • Mengonsumsi obat anti-inflamasi

Aspirin dan obat anti-inflamasi nonsteroid (ibuprofen dan beta blocker) dapat memicu serangan asma dan membuat gejalanya semakin memburuk. Meskipun seorang penderita asma membutuhkan obat tersebut, pastikan penggunaannya telah mendapatkan persetujuan dokter, agar tidak memperburuk gejala asma.

  • Tekanan emosional

Emosi yang ekstrim seperti kecemasan, kemarahan dan ketakutan dapat menyebabkan stres yang pada gilirannya mengacaukan denyut jantung dan pola pernapasan. Pernapasan yang dangkal menyebabkan penyempitan saluran udara. Akibatnya, timbul gejala asma.

  • Cuaca ekstrim

Penderita asma harus bisa mengatur perlindungan saat cuaca sedang ekstrim. Cuaca yang panas atau sangat dingin bisa memicu kekambuhan gejala asma. Perubahan tekanan udara secara tiba-tiba juga bisa menimbulkan efek buruk bagi saluran pernapasan sehingga memicu asma.

  • Olahraga berat

Olahraga ringan baik untuk melatih pernapasan. Namun, olahraga berat atau aktivitas fisik berkepanjangan bisa memicu gejala asma. Normalnya, udara yang kita hirup dihangatkan dan dilembabkan dengan saluran hidung. Selama latihan, kita cenderung bernapas melalui mulut sehingga udara yang dihirup dingin dan kering. Pada penderita asma, pita-pita otot di sekitar saluran udara lebih sensitif terhadap perubahan-perubahan suhu dan kelembaban. Pita tersebut merespon dengan berkontraksi dan kemudian mempersempit jalan napas, yang pada akhirnya muncul gejala asma.

Kekambuhan gejala asma bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Ini meliputi rutin berolahraga ringan, menjauhi pantangan asma, mengonsumsi makanan sehat, dan menjaga kebersihan lingkungan. Jika penderita asma menjalani perawatan dengan obat resep dari dokter, pengobatannya harus tuntas.

Sumber gambar : www.sonherbal.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY