Pantangan Makanan bagi Penderita Leukimia

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Leukimia atau kanker darah adalah suatu keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang yang ditandai dengan adanya peningkatan sel darah putih (leukosit) abnormal. Pada penderita Leukimia sel darah putih yang dihasilkan tidak dapatĀ  berfungsi dengan baik dan berlebihan, jumlah yang berlebihan ini akan menumpuk pada sumsum tulang sehingga sel-sel darah yang sehat akan berkurang. Bagi Anda yang menderita penyakit kanker darah, sebaiknya Anda menjaga dan harus mengetahui apa saja menjadi pantangan untuk penyakit kanker darah.

Tidak menutup kemungkinan penderita Leukimia tidak mengetahui apa-apa saja yang menjadi pantangan baginya, karena menjauhi makanan yang menjadi pantangan penderita kanker darah adalah langkah awal dalam fase penyembuhan penyakit kanker darah sebelum menjadi parah, maka dengan begitu penting rasanya untuk mengetahui apa-apa saja yang menjadi pantangan, berikut adalah penjelasannya:

  • Sayur-sayuran. Sayuran dianggap sangat berguna bagi kesehatan tubuh namun ada beberapa sayuran yang malah akan menambah parah kondisi dari penderita Leukimia sayuran seperti tauge, sayuran jenis ini mengandung zat yang mendorong pertumbuhan sel kanker, kemudian sawi putih dan kangkung dapat mengurangi efektivitas kerja obat, selanjutnya adalah cabai, sayuran yang satu ini pasti ditemukan hampir dari semua jenis makanan, namun dibalik kemikmatannya ia dapat merangsang aktifitas bawah sadar sehingga menurunkan jumlah oksigen dalam tubuh.
  • Buah-buahan. Buah-buahan yang menjadi pantangan bagi penderita Leukimia adalah seperti buah kelengkeng dan nangka buah yang sering kita temui di sop buah atau di dalam buah kaleng ini ternyata mengandung zat tumbuh bagi sel kanker. Kemudian adalah buah durian, duku, nanas, dan anggur jenis-jenis buah ini adalah buah yang sangat nikmat untuk dikonsumsi tetapi buah-buah ini dapat menghasilkan alkohol sehingga merangsang berkembangnya sel kanker.
  • Minuman ringan atau soft drink bersifat karsinogen. Minuman ringan sangat nikmat jika dikonsumsi pada siang hari yang terik namun penderita Leukimia sebaiknya menghindari mengkonsumsi ini karena es atau minuman dingin mengganggu kelancaran peredaran darah, sedangkan alkohol dapat merangsang aktivitas bawah sadar sehingga jumlah oksigen dalam tubuh menurun.
  • Daging dan ikan asin. Daging, seperti daging sapi, kerbau, kambing, atau babi dapat memfasilitasi pertumbuhan sel yang tidak normal. Kemudian untuk ikan asin, bila makanan ini diolah dari bahan tidak segar otomatis ia akan mengalami penguraian sehingga menjadi bahan allergen yang mengundang reaksi imunitas tubuh. Penderita Leukimia yang mengkonsumsi ini akan timbul reaksi berdenyut-denyut dan timbul rasa nyeri di bagian tubuh yang terkena kanker. Selanjutnya, karena ada gangguan permeabilitas (penyerapan air) jaringan tubuh, permukaan luka akan tampak basah, benyek, dan kadang-kadang terjadi perdarahan. Yang lebih memprihatinkan, beberapa produsen pengolah ikan sering menambahkan formalin atau bahan pengawet mayat, bukan pengawet makanan. Formalin ini bersifat hepatotoksik atau racun bagi organ hati, sehingga semakin lama mengganggu sistem kerja sel dan jaringan yang akhirnya memicu kanker.
  • Makanan yang diawetkan. Makanan awetan mengandung senyawa kimia yang dapat berubah menjadi karsinogenaktif. Jika Anda terkena Leukimia dan menyukai olahan makanan yang di bakar maka sebaiknya mulai Anda hindari karena akanan yang dibakar, bagian yang gosong atau hangus mengandung zat karsinogen.
  • Sea Food. Udang, kerang, kepiting, cumi mengandung kandungan lemak tinggi. Penderita kanker atau tumor harus mengurangi makanan yang mengandung lemak tinggi karena bisa merangsang berkembangnya sel kanker.
  • Daging Unggas. Biasanya untuk memacu pertumbuhan ternak atau unggas digunakan obat-obatan kimia termasuk hormon yang disuntikkan ke dalam tubuh hewan sehingga bobot ternak atau unggas cepat meningkat. Suntikan hormon yang diberikan pada ternak mirip hormon anabolic pada manusia. Hormon ini diduga memicu kanker prostat dan kanker kelenjar.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY