Pantangan Makanan Ibu Hamil

SehatFresh.com – Pola makan seimbang merupakan faktor nutrisi penting untuk kehamilan yang sehat. Makanan yang dikonsumsi harus mengandung unsur protein, karbohidrat, lemak disertai vitamin dan mineral untuk pertumbuhan optimal sang buah hati. Para ahli nutrisi berpendapat bahwa hampir semua jenis makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari aman dikonsumsi ibu hamil. Meski demikian, ada beberapa jenis bahan makanan yang tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi ibu hamil karena berisiko bagi janin. Makanan tersebut beberapa diantaranya adalah :

  • Ikan atau makanan laut mentah
    Ibu hamil dilarang sembarangan mengonsumsi makanan laut, karena beberapa makanan laut mengandung kadar merkuri tinggi. Memang tidak semua makanan laut buruk dikonsumsi ibu hamil, ada juga makanan laut yang dibutuhkan ibu hamil seperti ikan yang merupakan sumber omega-3 yang baik. Namun, ibu tidak diperbolehkan mengonsumsi ikan mentah atau kurang matang. Hal ini dikarenakan bisa berisiko infeksi salmonella dan E. Coli.
  • Daging dan unggas yang kurang matang
    Daging atau unggas yang dimasak kurang matang dapat membawa bakteri E. coli yang dapat membahayakan kesehatan janin. Untuk mencegah kemungkinan infeksi E. Coli tersebut, FoodSafety.gov merekomendasikan untuk memasak daging steak dengan 145 derajat Fahrenheit. Memasak semua jenis daging hingga suhu160 derajat, dan unggas 165 derajat.
  • Telur yang kurang matang
    Telur mentah atau dimasak kurang matang dapat mengandung salmonella, yaitu sejenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi seperti flu. Jika infeksi terjadi pada masa kehamilan, maka gejala dapat dengan cepat menyebabkan dehidrasi dan peningkatan suhu tubuh yang nantinya akan berpengaruh pula pada kondisi kesehatan janin. Ibu juga harus menghindari produk yang mengandung telur mentah seperti adonan kue, es krim dan mayones.
  • Produk makanan dan minuman yang tidak dipasteurisasi
    Pasteurisasi adalah proses di mana makanan dipanaskan dan kemudian didinginkan untuk mencegah pembusukan. Proses ini paling sering diberlakukan untuk minuman. Beberapa produk susu dan jus tertentu ada yang tidak melalui proses pasteurisasi. Beberapa keju lunak, seperti feta, panela, brie, queso blanco, camembert dan queso fresco juga tidak dipasteurisasi. Maka dari itu, selalu periksa label untuk memastikan bahwa produk yang ibu beli adalah produk yang dipasteurisasi. Makanan dan minuman yang tidak dipasteurisasi dapat membawa risiko bakteri Listeria, Salmonella atau E. Coli.
  • Buah dan sayuran yang belum dicuci
    Selain berpotensi terinfeksi kuman sumber penyakit, buah dan sayuran yang belum dicuci beresiko mengandung pestisida. Bila pestisida masuk kedalam tubuh ibu hamil, maka dapat membahayakan kesehatan janin. Oleh karena itu, sebelum mengolah buah atau sayuran, pastikan untuk mencucinya dalam air mengalir dan mengupasnya. Pastikan juga peralatan yang digunakan terjaga kebersihannya.

Sumber gambar : blog.bravofly.co.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY