Berbahayakah Payudara Pria Membesar ?

SehatFresh.com – Pria umumnya memiliki dada yang bidang, namun ada beberapa kondisi tertentu yang bisa membuat payudara pria membesar. Normalnya, ukuran payudara pria lebih kecil daripada payudara wanita. Diperkirakan sekitar 40-60 persen pria mengalami pembesaran payudara. Pembesaran payudara pria dalam kamus kedokteran disebut dengan ginekomastia, di mana terjadi pertumbuhan abnormal pada payudara pria. Hal ini berhubungan dengan pertumbuhan jaringan payudara. Kondisi ini mungkin terjadi pada salah satu atau kedua payudara.

Ada berbagai faktor yang memengaruhi terjadinya pembesaran payudara pada pria. Sekitar 30-65 persen pria memiliki peluang mengalami ginekomastia. Sekitar 50-70 persen anak laki-laki mengalami ginekomastia selama pubertas. Umumnya, kondisi ini dapat terjadi pada masa pubertas akibat terjadinya perubahan peningkatan hormon (hormon estrogen dan testosteron ) di dalam tubuh. Perubahan keseimbangan hormon ini bisa disebabkan oleh perubahan alami hormon, atau bisa juga karena konsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat anti-androgen untuk mengatasi penyakit prostat atau kanker, obat penenang, obat anti depresi, beberapa jenis alkohol dan narkoba, dan lain-lain. Ginekomastia bisa dimulai saat pria mengalami pubertas, ketika hormonnya mulai berfluktuasi. Pembesaran payudara bisa juga terjadi saat dewasa, ketika hormon testosteron cenderung menurun dan tubuh jadi bertambah gemuk. Namun ini tidak berlangsung lama, dan dapat menyusut dengan sendirinya seiring dengan peningkatan hormon.

Penyebab lain dari ginekomastia adalah kondisi di masa kehamilan di mana ibu terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan yang mengandung hormon estrogen, seperti pil KB, atau makanan berlemak. Kelebihan estrogen saat dalam kandungan  bisa menyebabkan bayi lebih beresiko menderita ginekomastia.

Selain itu, pria obesitas juga biasanya mengalami pembesaran payudara yang mirip seperti ginekomastia. Hal ini dikarenakan pria dengan kelebihan lemak cenderung memiliki hormon estrogen tinggi. Kondisi ini dinamakan pseudoginekomastia. Jenis obat-obatan tertentu juga diduga bertanggung jawab atas pembesaran payudara pria. Obat-obatan yang menyebabkan ginekomastia antara lain; anabolic steroid, obat asam lambung simetidin, obat jantung spironolactone (aldactone), obat kanker prostat bicalutamide, dan sejumlah obat lainnya.

Pembesaran payudara pria umumnya hanya berdampak pada masalah psikologis bagi penderitanya, tapi tidak menutup kemungkinan kondisi tersebut mengarah ke masalah yang lebih serius seperti kanker payudara, rasa takut, masalah hormonal atau penyakit degeneratif. Pembesaran payudara pada pria umumnya tidak berbahaya, tetapi bisa saja menandakan kurangnya kadar testosteron. Ketika pria menjadi langsing, payudara yang membesar akan ikut mengecil. Namun, perlu operasi plastik untuk membuat dada kembali bidang. Ada tiga situasi di mana pembesaran payudara dianggap sebagai fenomena fisiologis normal, yaitu :

  1. Ginekomastia transien pada bayi yang baru lahir, yang terjadi karena ada masalah hormonal
  2. Ginekomastia pada saat pubertas
  3. Ginekomastia pada pria dewasa tua, yang terjadi karena perubahan metabolisme hormon seks.

Meskipun umumnya tidak berbahaya, ginekomastia tetap perlu segera diperiksakan ke dokter. Konsumsi sayuran hijau secara teratur dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan agar meningkatkan produksi tertosteron sehingga resiko ginekomastia bisa diminimalkan.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here