Pemahaman Kejang pada Bayi dan Cara Mengatasinya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kejang yang terjadi pada seseorang terjadi akibat adanya kontraksi otot yang berlebihan. Salah satu penyebab kejang pada bayi adalah karena suhu tubuh yang tinggi. Karena tingginya suhu tubuh tersebut bisa menyebabkan kejang demam atau convalsio febrilis.

Seringkali bayi yang mengalami suatu infeksi seperti infeksi telinga, paru, saluran cerna akan membuat suhu tubuh naik atau demam sehingga terjadi kejang tersebut.

Selain itu, jika ibu sang bayi mengidap diabetes mellitus maka hal tersebut juga bisa menyebabkan terjadinya kejang pada bayi. Bayi tersebut kekurangan kadar gula karena penyakit diabetes yang diidap oleh ibu. Bayi dengan berat badan berlebihan juga berisiko tinggi mengalami kejang. Hal tersebut terjadi mulai hari pertama hingga bayi berumur 28 hari.

Dalam beberapa kasus, walaupun tidak disertai demam, bayi bisa mengalami kejang yang disebabkan karena kelainan pada otak bayi yaitu penyakit radang, tumor, dan pendarahan pada otak bayi.

Kejang pada bayi bisa juga disebabkan oleh faktor kondisi ibu saat mengandung. Misalnya si ibu terkena salah satu virus yaitu virus TORCH. Selain kondisi sang ibu, hal lain yang bisa menjadi faktor penyebab kejang pada bayi adalah proses persalinan sang bayi. Bayi lahir kuning, cedera, kelahiran bayi yang sulit bisa membuat bayi kekurangan asupan oksigen ke otak dan hal itu bisa menyebabkan kejang pada bayi.

Beberapa gejala yang dapat dikenali saat bayi kejang adalah bayi tersentak kaku kemudian perubahan pada bola mata bayi yang memutar. Dalam kondisi yang parah, bayi seakan tidak bernafas juga mengeluarkan air liur dengan muntah.

Jika Anda menemukan bahwa bayi Anda kejang, hal yang pertama harus Anda ingat adalah jangan panik. Lebih baik Anda melalukan beberapa langkah yang berguna untuk mengatasi bayi yang kejang. Langkah pertama adalah membaringkan bayi pada tempat yang nyaman. Pilih tempat yang luas dan hindari untuk mengerubunginya. Bayi memerlukan banyak oksigen untuk mengatasi kejangnya. Jadi, dengan membaringkan bayi di tempat yang luas dan tidak ada orang mengerubunginya, diharapkan bayi akan mendapatkan asupan oksigen yang cukup.

Selanjutnya adalah miringkanlah tubuh bayi Anda. Hal ini dilakukan untuk mengupayakan agar liur dapat keluar dengan lancar.

Ambil sendok dan lapisi dengan kain yang lembut. Setelah itu masukkan sendok tersebut ke dalam mulut sang bayi. Dengan begitu, akan menghindarkan gusi bayi terluka oleh gigitan saat kejang, juga menghindari gigi patah. Dengan menggunakan sendok ini juga bisa diketahui apakah bayi masih mengalami kejang atau tidak.

Setelah dapat diatasi dan bayi sudah mulai tenang, segeralah bawa ke dokter untuk pemeriksaan yang lebih lanjut. (AYK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here