Pemahaman Mengenai Inseminasi Buatan dan Prosesnya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Setelah pernikahan, pasti pasangan suami istri mendambakan hadirnya seorang anak sebagai pelengkap kebahagiaan di dalam keluarga. Namun, beberapa lama menunggu, kehadiran seorang anak belum  juga didapat. Mungkin salah satu dari pasangan suami istri mengalami masalah kesuburan yang menyebabkan sulitnya terjadi pembuahan saat melakukan hubungan suami istri.

Di dalam dunia medis dikenal inseminasi  buatan sebagai solusi untuk mengatasi masalah kesuburan yang dialami pasangan suami istri. Inseminasi buatan adalah salah satu upaya untuk mendapatkan keturunan tanpa mengharuskan adanya hubungan suami istri.

Sebelum dilakukan inseminasi, terlebih dahulu calon ibu mengonsumsi pil hormonal yang berfungsi untuk merangsang kematangan dan keluarnya sel telur. Langkah ini dilakukan sekitar empat hingga enam minggu menjelang dilakukannya proses inseminas ibuatan.

Proses inseminasi buatan dimulai dengan pemilihan sperma yang terbaik yang diproduksi oleh suami melalui pencucian sperma. Sebelumnya, suami harus melakukan masturbasi agar dapat diperoleh sperma yang diperlukan dalam proses inseminasi tersebut.

Sperma yang memiliki kualitas terbaik selanjutnya dilepas ke dalam mulut rahim. Sperma terbaik bisa dilihat dari kuantitasnya, yaitu dengan konsentrasi paling sedikit 10 juta per milimeter. Teknik melepaskan sperma  ke dalam rahim ini dinamakan Intrauterine Insemination. Setelah diberi waktu sekitar 2 minggu, kemudian pihak medis mengecek apakah terjadi proses pembuahan. Jika tidak terjadi pembuahan, maka proses inseminasi dapat diulang hingga empat kali. Namun jika pada kesempatan yang keempat masih belum juga terjadi pembuahan, maka disarankan untuk melakukan proses bayi tabung.

Dibanding dengan bayi tabung, proses inseminasi tersebut lebih murah dan mudah. Biaya untuk inseminasi buatan diperkirakan sekitar 2,9 hingga 4 juta di beberapa rumah sakit swasta sedangkan untuk menjalani proses bayi tabung Anda harus membayar biaya sekitar 60 hingg 70 juta. Lebih mahalnya bayi tabung disbanding inseminasi buatan karena tekhnologi yang digunakan pada bayi tabung lebih rumit dan canggih.

Namun, harus diperhatikan usia ibu yang melakukan inseminasi. Semakin tua usia ibu, maka kesempatan untuk berhasil dalam proses inseminasi semakin kecil prosentasenya. Beberapa faktor lain yang menyebabkan kecilnya keberhasilan dari inseminasi tersebut adalah kualitas sperma dan mungkin juga dipengaruhi oleh rusaknya saluran tuba di rahim. Prosentas kehamilan dengan program inseminasi buatan adalah sekitar 5% hingga 25%. Sedangkan pada bayi tabung kemungkinan berhasil lebih besar yaitu sekitar 47%. Sehingga jika inseminasi buatan tidak mendapat hasil yang diinginkan, mungkin akan disarankan untuk menjalani bayi tabung dengan kemungkinan kesempatan hamil yang lebih besar.

Demikian adalah pembahasan mengenai inseminasi buatan, definisi serta proses. Semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin memperoleh informasi mengenai alternatif lain untuk mendapatkan keturunan terutama bagi yang mengalami masalah kesuburan. (AYK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here