Pemahaman Mengenai Inversio Uteri

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Inversio uteri merupakan suatu kondisi di mana rahim keluar bersama plasenta, rahim yang keluar tersebut bisa sebagian atau seluruhnya. Hal itu memang jarang terjadi namun tetap ada kemungkinan tersebut. Inversio uteri dapat berakibat fatal bahkan kematian yang disebabkan oleh shock dan pendarahan yang hebat. Pada ibu yang mengalami inversion uteri, rahim bagian atas atau yang disebut fundus dapat terbalik dan mengarah ke bawah bahkan bisa keluar dari jalan lahir.

Berbagai faktor yang dapat menyebabkan ibu mengalami inversion uteri. Salah satu penyebabnya adalah tarikan yang terlalu keras pada tali pusat saat dokter berupaya untuk mengeluarkan plasenta. Dalam kondisi normal, sebenarnya plasenta tersebut akan keluar dengan sendirinya beberapa saat setelah bayi lahir. Namun dalam kondisi tertentu, plasenta tersebut tidak dapat keluar sehingga diperlukan penanganan khusus dari dokter yaitu dengan memasukkan tangan ke rahim melalui vagina dan berusaha melepaskan plasenta dari dinding rahim. Akan tetapi, meskipun tanpa kondisi tersebut, wanita bisa saja mengalami inversio uteri karena faktor lainnya.

Faktor penyebab inversio uteri tersebut berkaitan dengan proses persalinan yang lama dan lebih dari waktu 24 jam, rahim abnormal, bayi lahir sebelum waktunya, pasien pernah mengalami inversio uteri sebelumnya, obat relaksan otot dan lain sebagainya.

Pasien yang mengalami inversio uteri biasanya menunjukkan tanda- tanda tertentu. Saat melihat tanda- tanda atau gejala tersebut, dokter dapat mendiagnosis pasien mengalami inversio uteri. Beberapa gejala tersebut adalah rahim keluar sebagian atau seluruhnya dan dapat terlihat karena menonjol dari vagina, rahim tidak berada di tempatnya (kondisi ini dapat diketahui setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut) dan pasien mengalami pendarahan dari jalan lahir. Karena pendarahan tersebut, pasien akan mengalami pusing, kelelahan, kedinginan, berkunang- kunang serta sesak nafas.

Berdasarkan tingkat keparahan yang dialami pasien, inversio uteri dapat dikelompokkan menjadi empat klasifikasi yaitu inversi tidak lengkap (bagian atas rahim jatuh terbalik namun tidak ada bagian rahim yang mencapai leher rahim), inversi lengkap (rahim telah mencapai leher rahim), inversi prolaps (bagian atas rahim terlihat dari vagina), inversi total (rahim dan vagina terdorong ke luar).

Saat terdeteksi mengalami kondisi inversio uteri, harus segera dilakukan penanganan oleh dokter yaitu dengan mendorong bagian atas rahim yang keluar untuk kembali ke atas atau jika rahim tersebut terbalik. Setelah dilakukan penanganan tersebut, dokter akan memberikan oksitosin dan metilergonovin agar rahim dapat berkontraksi serta sebagai upaya pencegahan terjadinya kembali inversio utero.

Selain alternatif tersebut di atas, dapat juga dilakukan teknik baru dengan tekanan air dan perangkat balon. Selain dapat mengatasi inveriso uterus, teknik tersebut dilakukan juga untuk mencegah inversi rahim serta kehilangan darah. (AYK)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY