Pemahaman Menopause pada Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Masa menopause tidak hanya dialami oleh wanita, namun juga pria. Hanya saja menopause bagi pria disebut dengan istilah andropause. Ingin tahu lebih lanjut terkait masa andropause pada pria? Simak informasi berikut ini!

Apa bedanya andropause dengan menopause?

Istilah andropause berasal dari bahasa Yunani. Andro berarti pria, sementara Pause berarti penghentian. Disimpulkan secara harfiah andropause merupakan kondisi berhentinya fungsi fisiologis yang terjadi pada pria. Andropause juga dapat diartikan sebagai situasi pada pria usia tengah baya yang memiliki tanda-tanda mirip dengan menopause yang terjadi pada wanita.

Lantas apa perbedaan andropause dengan menopause? Wanita yang menopause akan mengalami berhentinya siklus haid, produksi ovum serta hormon estrogen secara tiba-tiba. Sementara itu pria yang andropause akan mengalami penurunan hormon testosteron, produksi spermatozoa, serta hormon lainnya.

Istilah lain yang juga sering dipakai untuk menyebut andropause diantaranya adrenopause (defisiensi DHEA/ DHEAS), PTDAM (Partial Testosteron Deficiency in Aging Male), Somatopause (defisiensi GH/ Insulin like Growth Factor), PADAM (Partial Androgen Deficiency in Aging Male), Climacterium pada pria, Viropause, dan lain-lain.

Andropause terjadi akibat menurunnya fungsi sistem reproduksi pria. Kondisi tersebut mengakibatkan penurunan kadar testosteron hingga di bawah angka normal. Hormon yang mengalami penurunan saat andropause tidak hanya testosteron saja, namun beberapa hormon lainnya. Diantaranya hormon DHEAS, DHEA, Growth Hormon, Melantonin, dan IGFs (Insulin like growth factors).

Tanda-tanda andropause pada pria

Penyebab terjadinya andropause pada pria hampir sama seperti menopause pada wanita, yakni perubahan hormon. Perubahan hormon tersebut lantas berdampak pada beberapa hal di tubuh seseorang. Namun berbeda dengan perempuan yang berhenti haid, pria yang andropause tetap mempunyai kemampuan menciptakan sperma.

Hanya saja mengalami penurunan libido serta kemampuan dalam keintiman dengan pasangannya. Di rangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa gejala yang terjadi pada pria mengalami Andropause :

  1. Pria mengalami penurunan libido atau hasrat seksual.
  2. Pria mengalami disfungsi ereksi atau mengalami kesulitan ereksi.
  3. Pria sering buang air kecil.
  4. Pria mengalami susah tidur.
  5. Pria mudah lelah.
  6. Pria mudah marah meskipun untuk hal kecil
  7. Pria sering tak percaya atau curiga pada orang lain.
  8. Pria mengalami kinerja yang menurun sehingga tidak fokus.
  9. Pria sering pusing.
  10. Pria tiba-tiba bisa merasa panas tanpa aktivitas berat.
  11. Pria sering mengalami kesulitan bernapas.
  12. Perut dan paha pria makin membesar.
  13. Pria mengalami berat badan naik.
  14. Pria mengalami nyeri punggung.
  15. Pria mengalami keringat yang berlebih.

Pria apabila telah menunjukkan gejala-gejala andropause, maka sesegera mungkin harus memperhatikan pola makan. Perbaiki gaya hidup dengan mengurangi kebiasaan merokok, serta lebih teratur dalam berolahraga. Pria juga lebih sensitif serta mudah marah pada masa andropause. Alhasil kesabaran merupakan kunci bagi pria dalam menghadapi masa andropause. (APt)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY