Pemenuhan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan

SehatFresh.com – Kemiskinan dan rendahnya pendidikan kerapkali dipandang sebagai akar penyebab kekurangan gizi. Kedua masalah gizi tersebut terkait erat dengan masalah gizi dan kesehatan ibu hamil dan menyusui, bayi yang baru lahir dan anak usia di bawah dua tahun. Apabila dihitung dari sejak hari pertama kehamilan, kelahiran bayi sampai anak usia 2 tahun, maka periode ini merupakan periode 1000 hari pertama yang menentukan kualitas kehidupan.

1000 hari pertama kehidupan telah disepakati oleh para ahli di seluruh dunia sebagai saat yang terpenting dalam hidup seseorang. Pertumbuhan anak pada periode emas berlangsung secara cepat, yaitu selama tahun pertama dan kedua usia anak. Oleh karena itu, periode 1000 hari pertama kehidupan ini disebut juga dengan istilah periode emas atau window of opportunity.

Kesehatan dan gizi ibu hamil merupakan penentu bagi janin untuk menjadi sehat. Masa kehamilan merupakan periode yang sangat menentukan kualitas anak yang dilahirkan. Keadaan gizi ibu yang kurang baik sebelum hamil dan pada waktu hamil meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, bahkan kemungkinan bayi meninggal dunia. Gizi buruk saat hamil juga berdampak pada penurunan tingkat kecerdasan atau IQ bayi.

Para ahli menemukan bahwa setidaknya ada 50 zat yang memengaruhi fungsi otak dipengaruhi asupan makanan dan nutrisi mikro selama 1000 hari pertama kehidupan. Kegagalan asupan nutrisi penting selama periode ini menimbulkan efek jangka panjang dan tidak dapat diubah. Pemenuhan gizi yang optimal selama periode ini ,selain memberi kesempatan bagi anak untuk hidup lebih lama, lebih sehat, dan lebih produktif, juga menurunkan risiko penyakit degeneratif seperti jantung, kencing manis, stroke, dan obesitas.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk memenuhi nutrisi 1000 hari pertama kehidupan

  • Masa pra-kehamilan
    a. Mencapai dan mempertahankan berat badan yang ideal.
    b. Mengonsumsi makanan bervariasi dengan gizi seimbang.
    c. Mengonsumsi makanan sumber asam folat dan suplemen asam folat selama 3 bulan pra-kehamilan.
    d. Olahraga teratur.
    e. Menghindari rokok, kafein dan minuman beralkohol.
  • Masa kehamilan
    a. Memeriksa kehamilan 4 x selama kehamilan
    b. Memenuhi asupan kalori yang cukup untuk mendukung peningkatan berat badan yang ideal dengan pola makan yang seimbang.
    c. Meningkatkan asupan zat besi, asam folat, kalsium, vitamin D dan yodium.
  • Setelah bayi lahir
    a. Lakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) segera setelah melahirkan serta upayakan bayi mendapatkan kolostrum (ASI yang pertama kali keluar dan berwarna jernih kekuningan).
    b. Berikan hanya ASI eksklusif selama 6 bulan.
    c. Setelah bayi berusia 6 bulan berikan MP-ASI (Makanan Pendamping ASI) secara bertahap dengan tetap diberi ASI.
    d. Timbang berat badan bayi secara rutin setiap bulan.
    e. Berikan imunisasi dasar wajib bagi bayi.

Dengan meningkatkan kuliatas kesehatan ibu hamil dan anak sejak dalam kandungan, maka diharapkan generasi penerus bangsa menjadi lebih produktif sehingga dapat memajukan kualitas generasi muda kelak.

Sumber gambar : ribka88.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY