Pemeriksaan Kesehatan Pranikah pada Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Para ahli kesehatan menyarankan agar para calon pengantin melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Tidak hanya wanita, pria juga perlu melakukan pemeriksaan ini walau kondisi kesehatan dirasa baik-baik saja. Tak perlu risau karena takut pernikahan batal. Pemeriksaan kesehatan pranikah penting agar setiap pasangan mengetahui kesehatan masing-masing. Selain itu, pemeriksaan kesehatan pranikah juga merupakan bentuk pencegahan berbagai penyakit menular seksual. Bila ditemukan adanya penyakit, maka dapat segera diberi penanganan sehingga ketika berumah tangga kelak tak saling menyalahkan karena tak kunjung memiliki keturunan. Pada pria, tes kesehatan pranikah yang harus dijalani umumnya meliputi:

  • Pemeriksaan darah lengkap

Pemeriksaan darah lengkap atau complete blood count (CBC) dilakukan guna mengetahui adanya risiko mewariskan penyakit atau kelainan darah, seperti talasemia, pada anak kelak. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan sel darah merah (hematokrit), sel darah putih (leukosit), hemoglobin (hb), dan faktor pembekuan darah (trombosit).

  • Pemeriksaan golongan darah dan rhesus

Pemeriksaan golongan darah dan rhesus penting guna mengetahui kecocokan rhesus antara Anda dan pasangan. Ketidakcocokan rhesus membuat janin dalam kandungan rentan keguguran. Jika ditemukan ketidakcocokan, dokter dapat membantu mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan setelah menikah.

  • Pemeriksaan gula darah

Pemeriksaan gula darah dilakukan guna mendeteksi risiko diabetes. Diabetes kini termasuk salah satu penyakit yang dialami orang dewasa muda. Penyakit ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi yang memengaruhi kualitas kehidupan seksual, seperti disfungsi ereksi hingga infertilitas.

  • Pemeriksaan infeksi menular seksual

Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) dilakukan untuk mendeteksi infeksi menular seksual, seperti sifilis, gonore, klamidia, hepatitis, HIV/AIDS, dan infeksi menular seksual lainnya. Jika pemeriksaan menunjukkan hasil positif, maka dokter dapat segera memberi penanganan sehingga tidak mengakibatkan penularan lebih lanjut pada pasangan.

  • Pemeriksaan kesehatan reproduksi

Pemeriksaan kesehatan reproduksi pada pria umumnya meliputi pemeriksaan fisik seperti pemeriksaan penis, skrotum, dan prostat. Selain itu, dokter mungkin juga menyarankan untuk melakukan analisis semen dan sperma.

Pemeriksaan kesehatan pranikah memang tak begitu umum di Indonesia. Biaya yang harus dikeluarkan pun tidak sedikit. Tapi, tentunya lebih baik mencegah daripada mengobati. Selain itu, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah bersama, Anda dan pasangan dapat lebih tahu dan menerima kondisi satu sama lain. Jika hati sudah mantap, apa pun hasilnya dan bila ada masalah yang ditemukan, maka solusinya pun dapat dicari bersama. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here