Pemicu Kekerasan pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Masa remaja yaitu masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju kearah kedewasaan. Masa remaja juga merupakan kelompok masyarakat yang berjumlah paling banyak. Secara psikologis, remaja termasuk kelompok yang sangat mudah dipengaruhi dan jiwanya pun dapat mudah untuk bergolak. Hal ini diakibatkan oleh kondisi pribadi mereka sendiri yang belum terbentuk. Sesuai dengan pergolakan jiwa para remaja, akan mengakibatkan masalah yang muncul dengan beragam. Persoalan tersebut bukan hanya menjadi permasalahan remaja belaka, tetapi melainkan menjadi persoalan semuanya. Oleh sebab itu masalah paling berat bagi orang tua adalah menyelamatkan anaknya dari masa remaja. Dalam memasuki masa ini umumnya para remaja marasa dirinya sudah besar, bukan arti dalam anak-anak lagi. Oleh karena itu terkadang anak susah untuk diatur.

Fonemana kekerasan yang terjadi di Indonesia yaitu sangat memperhatinkan terutama pelakunya yaitu para remaja atau anak muda. Berbagai kekerasan secara fisik maupun psikis yang dilakukan secara berkelompok (geng) maupun pribadi. Menurut Adriatik Ivanti, M.Psi, selaku dosen psikologi Universitas Pembangunan Jaya, bahwa tindak kekerasan remaja biasanya dipicu  oleh hormon adrenalin remaja yang tengah mencapai tingkat puncaknya.

Perubahan Hormon tersebut diumpamakan seperti badai dan hujan, “badai dan hujan sendiri merupakan kekuatan besar yang menakutkan, seperti kondisi para remaja kala itu. Ketika praemosinya memuncak, kemudia dibarengi dengan perubahan kognitif yang belum matang, maka mereka akan tanpil sebagai remaja yang lebih berani mencoba tindak kekersan”, tutur dosen aakrab disapa vivi kepada media public.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kekerasan yang terjadi selama ini juga karena adanya faktor lain, seperti faktor lingkungan yaitu adanya budaya kekerasan, seseorang melakukan kekerasan karena dirinya berada dalam suatu kelompok yang sangat toleran terhadap suatu tindakan kekerasan tersebut. Anak yang tumbuh dalam lingkungan tersebut menganggap kekerasan adalah hal yang biasa dan bahkan waja saja. Tindakan kekerasan merupakan suatu fenomena yang sangat kompleks, akibat dari berbagai faktor antara lain seperti kemiskinan, rasial, penggunaan obat-obatan terlarang bahkan minuman yang beralkohol. Paparan kekerasan usia dini (child abuse) dan kekerasan dari media masa. Secara tidak langsung perekonomian keluarga juga menjadi faktor yang mempengaruhi kenakalan para remaja melalui gaya pengasuhan yang dilakukan orang tua terhadap anak remajanya tersebut. (Herien, 2003). Menurut (Mariah, 2007) bahwa peran atau persepsi keharmonisan keluarga dan konsep diri terhadap kenakalan remaja yaitu adalah peran keharmonisan dan dirinya sendiri.

Kesimpulan dari Pemicu terjadinya kekerasan remaja antara lain yaitu orang tua, lingkungan, status sosial, kelompok, budaya dan faktor hormonal yang tidak dapat dikendalikan oleh individu tersebut. Oleh karena itu semua pihak perlu memberikan contoh yang baik untuk generasi  bangsa ini yaitu para remaja yang perlu pengetahuan dan pendidikan dari luar maupun dalam. (NLT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here