Penanganan Bisul Pada Remaja

halosehat.com

SehatFresh.com – Bisul adalah benjolan merah pada kulit yang terasa sakit dan berisi nanah. Benjolan ini muncul karena bakteri menginfeksi folikel rambut, yaitu lubang di mana rambut tumbuh. Bagian tubuh yang paling sering diserang bisul adalah wajah, leher, ketiak, bahu, bokong, serta paha, karena bagian-bagian tersebut sering mengalami gesekan dan berkeringat. Bisul yang berjumlah banyak disebut karbunkel. Karbunkel adalah sekelompok bisul yang membentuk area infeksi di bawah kulit yang terhubung. Dibandingkan bisul tunggal, karbunkel menyebabkan infeksi yang lebih dalam dan lebih parah serta lebih cenderung meninggalkan bekas luka. Orang yang memiliki karbunkel sering merasa tidak enak badan dan mungkin mengalami demam serta menggigil.

Penyebab utama munculnya bisul adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri tersebut sebenarnya hidup di kulit dan di dalam hidung dan tidak membahayakan. Namun, infeksi dapat terjadi jika bakteri masuk hingga ke folikel rambut melalui luka gores atau gigitan serangga. Jika sistem kekebalan tubuh terganggu untuk alasan apapun, maka Anda lebih rentan terhadap bisul ataupun karbunkel. Karena bisul merusak lapisan pelindung kulit, memiliki masalah kulit, seperti jerawat dan eksim, membuat Anda lebih rentan terhadap bisul dan karbunkel. Ini menjadi salah satu alasan mengapa remaja rentan memiliki bisul karena mereka juga rentan terhadap jerawat dan eksim.

Saat memiliki bisul, tangan rasanya gatal untuk memecahkannya. Perlu diingat bahwa tindakan memecahkan bisul secara paksa tidak dibenarkan, karena hanya akan memperparah infeksi sekaligus menyebarkan bakteri lebih lanjut sehingga dapat menimbulkan komplikasi. Umumnya, bisul akan sembuh dengan sendirinya. Tetapi, karena penyembuhan bisul ini cukup lama, maka aktivitas tentunya akan terganggu. Untungnya, ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mempercepat penyembuhan bisul serta mencegah bisul semakin parah, yaitu:

  • Mengompres bisul dengan air hangat. Kompres air hangat dapat diterapkan pada bisul setidaknya tiga kali sehari. Ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit serta mendorong nanah untuk berkumpul di puncak benjolan bisul.
  • Cegah kontaminasi. Selalu cuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan sesudah menyentuh bisul. Selain itu, cuci pakaian, handuk atau kompres yang telah bersentuhan dengan bisul.
  • Membersihkan bisul yang pecah. Bila bisul telah pecah dengan sendirinya, bersihkan dengan kain kasa beserta alkohol dan sabun antibakteri. Kemudian, perban dengan kain kasa steril. Jangan lupa untuk mengganti perban sesering mungkin, dua hingga tiga kali sehari.

Bisul tunggal umumnya dapat ditangani sendiri di rumah. Dalam beberapa kasus, penanganan dokter mungkin diperlukan bila:

  • Muncul lebih dari satu bisul secara bersamaan (karbunkel)
  • Bisul semakin parah atau terasa sangat menyakitkan
  • Bisul disertai demam
  • Terus membesar (diameternya mencapai 5 cm)
  • Tidak membaik dalam dua minggu
  • Bisul berulang atau kambuh

Dokter biasanya dapat mendiagnosa bisul atau karbunkel hanya dengan melihat tampilannya. Tapi jika Anda memiliki infeksi berulang atau infeksi tidak menanggapi pengobatan standar, dokter mungkin menyarankan untuk melakukan pemeriksaan sampel nanah di laboratorium. Dokter biasanya melakukan pengurasan nanah pada bisul besar atau karbunkel dengan membuat sayatan kecil pada bisul. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan antibiotik untuk membantu menyembuhkan bisul terkait infeksi berat atau berulang. Namun, banyak jenis bakteri penyebab bisul yang telah menjadi resisten terhadap beberapa jenis antibiotik. Oleh karenanya, tes sampel nanah dapat membantu menentukan jenis antibiotik yang sesuai dengan kondisi.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY