Penanganan Cedera Rahim

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Rahim (uterus) merupakan salah satu aset yang sangat berharga bagi wanita. Pasalnya, rahim merupakan organ yang penting bagi Anda yang mendamba kehamilan. Oleh karenanya, kesehatan rahim senantiasa perlu dijaga agar terhindar dari cedera. Cedera pada rahim ini dapat disebabkan oleh pertumbuhan kista, polip, atau bahkan peradangan akibat infeksi virus atau bakteri. Karena rahim berada di dalam tubuh, tanda-tanda awal cedera rahim umumnya tidak menunjukkan gejala yang jelas atau spesifik.

Cedera rahim dapat menyebabkan berbagai komplikasi, mulai dari masalah menstruasi hingga infertilitas. Karena gejala awalnya tidak selalu jelas, banyak wanita yang terlambat mendapatkan penanganan sehingga rahimnya harus diangkat. Oleh karenanya, jangan abaikan gejala-gejala tak biasa pada sistem reproduksi Anda. Menstruasi tidak teratur, menstruasi berat, nyeri panggul, dan pendarahan vagina setelah menopause merupakan indikasi umum adanya masalah yang perlu evaluasi medis lebih lanjut. Jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter terutama jika Anda mengalami pendarahan tiba-tiba di luar menstruasi, nyeri panggul, atau nyeri saat berhubungan seksual.

Ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan dokter untuk menentukan penyebab pasti dari gejala yang Anda alami, yaitu:

  • Pemeriksaan riwayat medis. Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai gejala yang dialami, penyakit serius yang pernah diderita, riwayat kesehatan keluarga, dan apakah Anda pernah menjalani operasi, pernah hamil, atau memiliki anak.
  • Pemeriksaan vagina. Dokter akan menggunakan instrumen untuk melihat bagian dalam vagina dan serviks. Dokter biasanya mengambil sampel sel dari leher rahim melalui prosedur pap smear.
  • Tes laboratorium. Dokter akan mengambil sampel darah dan spesimen urin untuk diperiksa di laboratorium.
  • Tes pencitraan. Dokter Anda mungkin juga menyarankan sonogram, CT (Computed Tomography) scan, atau MRI (Magnetic Resonance Imaging), guna membantu dokter untuk mempelajari lebih lanjut tentang tubuh Anda dan apa yang menyebabkan masalah Anda.

Setelah diagnosis, dokter akan menjelaskan tentang pilihan perawatan yang tersedia, seperti:

  • Terapi hormon

Polip atau kista kecil tanpa gejala biasanya tidak memerlukan penanganan khusus kecuali Anda berisiko lebih tinggi terkena kanker rahim. Obat hormonal tertentu dapat mengurangi gejala polip. Namun, gejala biasanya kambuh setelah berhenti minum obat. Pil kontrasepsi hormonal juga terkadang diresepkan untuk membantu wanita yang sering menstruasi berat. Jika ditemukan adanya sel kanker pada rahim, terapi obat hormonal seringkali menjadi pilihan jika sel kanker telah menyebar ke luar rahim.

  • Kemoterapi

Kemoterapi dapat direkomendasikan untuk wanita dengan kanker rahim stadium lanjut atau berulang yang telah menyebar ke luar rahim. Satu atau kombinasi beberapa obat kemoterapi mungkin diberikan secara oral atau intravena.

  • Pembedahan

Untuk mengangkat benjolan non-kanker seperti polip, dokter mungkin melakukan pembedahan invasif minimal melalui hiteroskopi, di mana histeroskop akan dimasukkan ke dalam vagina guna visualisasi lapisan dinding rahim sehingga memungkinkan pembuangan polip. Dalam kasus lain, pembedahan untuk mengangkat rahim terkadang menjadi pilihan terbaik untuk wanita yang menderita kanker rahim. Pembedahan ini bertujuan untuk mengangkat rahim (histerektomi), dan atau untuk mengangkat saluran tuba dan ovarium (salpingo-ooforektomi). Histerektomi membuat Anda tidak bisa hamil di masa depan. Sedangkan setelah ovarium diangkat, Anda akan mengalami menopause (jika sebelum operasi belum menopause). Dalam kasus pendarahan uterus abnormal atau sering menstruasi berat, dokter mungkin merekomendasikan operasi untuk meluruhkan lapisan endometrium (ablasi endometrium). Prosedur ini dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk hamil, tapi tidak memicu menopause.

  • Radiasi

Dokter dapat merekomendasikan radiasi untuk mengurangi risiko kambuhnya kanker setelah operasi. Di sisi lain, terapi radiasi juga dapat direkomendasikan sebelum operasi, untuk mengecilkan tumor agar lebih mudah diangkat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY