Penanganan Depersonalisasi pada Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Gangguan depersonalisasi adalah suatu kondisi dimana persepsi atau pengalaman seseorang terhadap diri sendiri berubah. Episode Depersonalisasi yang timbul umumnya dipicu oleh stres, pada episode ini individu secara mendadak kehilangan rasa diri mereka. Gangguan depersonalisasi merupakan salah satu klasifikasi dari gangguan disosiatif.

Suatu perasaan pemisahan yang kadang-kadang disebut juga sindrom depersonalisasi dapat didefinisikan gangguan afektif dimana perasaan-perasaan tentang sesuatu yang tidak ada, dan tidak adanya keyakinan tentang identitas dirinya sendiri dan perasaan identifikasi dengan tubuh sendiri dan mengontrolnya.

Para penderita gangguan ini mengalami pengalaman sensori yang tidak biasa, misalnya ukuran tangan dan kaki mereka berubah secara drastis, atau suara mereka terdengar asing bagi mereka sendiri. Penderita juga merasa berada di luar tubuh mereka, menatap diri mereka sendiri dari kejauhan, terkadang mereka merasa seperti robot, atau mereka seolah bergerak di dunia nyata. Beberapa gejala Depersonalisasi membuat perasaan  pasien menjadi tidak menentu karena mereka seperti kehilangan pegangan pada realitas atau hidup dalam mimpi.

Gangguan ini tampaknya dipicu sebagai respon terhadap trauma atau pelecehan, pengobatan untuk individu dengan gangguan tersebut adalah psikoterapi stress, meskipun kombinasi perawatan psychopharmacological dan psikososial sering digunakan. Banyak gejala yang terjadi dengan gangguan lain, seperti kecemasan dan depresi, dan dapat dihilangkan dengan mengatasi penyebab dari kecemasan dan depresi. Sedangkan obat yang sama digunakan untuk kecemasan dan depresi, misalnya anti ansietas obat atau antidepresan yang sering diresepkan untuk orang dalam pengobatan untuk gangguan ini. Gangguan seperti ini jika dibiarkan akan sangat menganggu aktivitas pasien karena selalu merasa dan melihat seperti apa yang tidak nyata. Pengobatan yang bisa dilakukan kepada pasien yang menderita gangguan depersonalisasi dapat meliputi:

  • Konseling psikologis. Konseling psikologis akan membantu pasien memahami mengapa terjadi depersonalisasi dan melatih pasien untuk berhenti khawatir mengenai gejala yang terjadi. Gangguan depersonalisasi juga dapat membaik ketika konseling membantu dengan kondisi psikologis lain, seperti depresi.
  • Obat-obatan. Meskipun tidak ada obat khusus yang telah disetujui untuk mengobati gangguan depersonalisasi. Namun, sejumlah obat yang umumnya digunakan untuk mengobati depresi dan kecemasan juga dapat membantu kondisi gangguan depersonalisasi.

Beberapa contoh obat yang telah dipercaya dapat meredakan gejala tersebut termasuk: Fluoxetine (Prozac) ini adalah salah satu obat diandalkan untuk pengobatan depresi. Mekanisme aksi dari Fluoxetine adalah dengan meningkatkan tingkat serotonin dalam otak. bahwa pasien dengan depresi memiliki tingkat serotonin dalam otak mereka. Fluoxetine memudahkan gejala depresi dengan memperlakukan ketidakseimbangan serotonin dalam otak. Obat selanjutnya yang bisa digunakan adalah Clomipramine (Anafranil), dan Clonazepam (Klonopin).

Karena Depersonalisasi adalah permasalahan yang menyangkut jiwa penderita, biasanya kelainan ini juga dapat hilang tanpa perlu diberi obat-oabatan. Terkecuali penderita sudah mengalami penyakit ini secara akut, maka obat-oabatan seperti penenang sangat dibutuhkan. Tetapi pada intinya, pengobatan yang paling utama untuk mengobati gangguan ini adalah berupa metode psikoterapi, terapi prilaku, atau dengan menghipnotis penderita.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY