Penanganan Difabel pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Memiliki sebuah anak adalah impian semua orangtua. Memiliki anak yang sehat dan sempurna secara fisik maupun jiwa menjadi hal yang sangat diharapkan oleh orangtua. Namun, apa jadinya jika anak yang dititipkan pada kita ternyata tidak sesuai dengan harapan kita selama ini? Jika anak yang dititipkan pada kita ternyata memiliki suatu kelaian yang tidak seperti anak lain miliki.

Anak dengan kebutuhan khusus atau difabel memang sering disalah artikan sebagai suatu musibah atau bencana bagi orang tua. Tidak jarang orang tua yang malu dan membedakan perlakukan anak difabel dengan anak lainnya. Kebanyakan orangtua yang memiliki anak dengan kondisi seperti ini kebingungan dalam mengasuh dan menanganinya. Perlu Anda ketahui bahwa anak dengan kondisi seperti ini bukanlah suatu halangan atau hambatan dalam keluarga Anda, yang perlu Anda lakukan hanyalah memberikan penanganan yang tepat bagi anak-anak difabel. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai penanganan anak difabel.

Difabel berasal dari singkatan bahasa Inggris yaitu diffable yang merupakan kependekan dari differenly able atau yang juga sering disebut sebagai different ability adalah seseorang yang keadaan fisik atau sistem biologisnya berbeda dengan orang lain pada umumnya. Istilah berbeda yang dimaksud merupakan kata pengganti yang menekankan pada perbedaan kemampuan dan bukan pada kekurangan, keterbatasan, ketidakmampuan atau kecacatan baik fisik maupun mental.

Sebagai orang tua dalam menghadapi, menangani,memahami, dan membimbing, serta mendidik anak dengan kondisi tersebut diperlukan suatu kesabaran, ketelatenan juga keikhlasan. Selain itu diperlukan juga kerja keras dan giat bekerja serta belajar untuk menyelami kehidupannya sehingga selalu dekat dan bersama dengan anak. Dekat dalam arti tidak meninggalkan sendirian, kita selalu ada disampingnya kemanapun kita pergi kita selalu ada disisinya dan bersama berarti diajak bersama ikut ambil bagian dalam setiap kegiatan kita baik dirumah maupun diluar rumah, dalam artian kita selalu melibatkannya walau dalam hal sekecil apapun ataupun dalam waktu yang terbatas seklaipun, misalnya memasak, sambil menerangkan warna atau fungsi dari peralatan masak, mencuci baju , menyapu halaman, membersihkan kamar semua kita lakukan dengan kebersamaan.

Dalam melakukan setiap kegiatan tersebut akan lebih baik jika Anda mengajak anak tesebut sambil berbincang, hal ini akan menumbuhkan rasa percaya diri bagi anak dengan konidisi difabel dan dia merasa hidupnya akan lebih berguna terutama bagi lingkungan keluarga terdekat. Orangtua dapat melatih dan meningkatkan kesabaran dalam menghadapi kondisi anak dan dalam pergaulan, Anda juga akan senantiasa ingat dan lebih mendekat kepada pencipta yang telah memberikan kehidupan dan karunianya melalui anak tersebut, serta selalu bersyukur dan ikhlas menerima. Hal ini akan membuat hidup akan menjadi lebih bermakna dan mampu melewati kondisi ini bersama dengan anak.

Tugas kita sebagai orangtua adalah mengusahakan anak untuk mendapatkan pendidikan secara formal yang layak sebagaimana anak‚Äďanak normal lainnya, juga mendapatkan pendidikan dari lingkungan terdekatnya serta sedapat mungkin untuk dapat menggali bakat serta potensi yang ada dalam diri anak ini. Karena pastinya dalam sebuah kekurangan pasti ada kelebihan dan disetiap kelemahan pasti ada kekuatan. Tak kalah pentingnya dengan aspek dukungan seperti motivasi, dorongan, bimbingan kepada anak untuk mengisi hal-hal positif baik dalam pola pikiran maupun kesehariannya dan berani menantang masa depan untuk merubah hidup secara mandiri tanpa bergantung kepada orang lain, walaupun memiki keadaan yang kurang sempurna dan dalam keterbatasannya. Anak dengan kondisi seperti ini perlu penangan yang lebih dekat untuk bisa mengeluarkan semua kemampuan dalam dirinya dan membuat dia tidak merasa merasa berbeda dari orang lain. Tugas kita sekali lagi sebagai orangtua adalah mendukung dan menjaganya seperti layaknya anak-anak lainnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY