Penanganan Fistula Ani pada Anak

www.sehatfresh.com

Sehatfresh.com – Fistula adalah hubungan abnormal antara dua tempat yang berepitel. Fistula ani adalah fistula yang menghubungkan antara kanalis anal ke kulit di sekitar anus (ataupun ke organ lain seperti ke vagina). Pada permukaan kulit bisa terlihat satu atau lebih lubang fistula, dan dari lubang fistula tersebut dapat keluar nanah ataupun kotoran saat buang air besar.

Terdapat berbagai jenis fistula, mulai dari yang simple hingga fistula kompleks yang bercabang cabang dan melibatkan otot sphincter ani (otot yang mengatur proses defekasi).

Fistula Ani menurut faktor risikonya juga bisa menyerang anak atau bayi kebanyakan dari mereka yang mempunyai penyakit ini sejak lahir merupakan penyakit kongenital. Fistula Ani juga lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan.

Anak Anda mengalami buang air yang terus-menerus dan bercampur nanah, pendarahan, rasa sakit di perut, diare, nafsu makan hilang, berat badan turun, mual atau muntah? Jika iya, kemungkinan anak Anda terkena Fistula Ani. Segera bawa anak Anda ke pihak medis, namun jika Anda sudah berkonsultasi ke dokter umum untuk bagaimana langkah pengobatannya, anak Anda mungkin akan dirujuk ke dokter bedah pencernaan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter spesialis akan melakukan pemeriksaan fisik dan anus dengan proktoskopi, yaitu teleskop untuk melihat ke dalam anus.

Jika memang diduga terdapat fistula, dokter akan menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan Endosonografi, Magnetic Resonance Imaging (MRI) Scan, ataupun Computerised Tomography (CT) Scan.

Penanganan fistula ani umumnya dilakukan dengan melakukan operasi dan jenis operasinya tergantung pada posisi fistula. Berikut beberapa jenis operasi yang biasa dilakukan untuk menangani fistula ani:

  • Fistulotomi. Prosedur yang diterapkan pada sekitar 90% kasus fistula ani dilakukan dengan membuka seluruh fistula untuk mengeluarkan isinya.
  • Teknik seton. Seton adalah seutas benang yang ditempatkan di dalam saluran fistula. Teknik ini dilakukan jika pasien berisiko tinggi mengalami inkontinensia. Kondisi ini dapat terjadi ketika fistula melintasi otot sphincter atau kumpulan otot pada ujung anus.
  • Prosedur advancement flap. Advancement flap adalah bagian jaringan yang dipindahkan dari anus atau kulit di sekitar anus.
  • Melakukan penyumbatan bioprostetik. Kegiatan ini adalah penyumbat berbentuk kerucut yang dibuat dari jaringan tubuh manusia. Sumbatan ini digunakan untuk menutup saluran pada fistula.

Usai melakukan operasi, anak Anda sebaiknya dipakaikan pakaian yang longgar dan duduk menggunakan bantal hingga luka operasi sembuh. Umumnya untuk penyembuhan membutuhkan waktu kurang lebih 6 minggu. Pada minggu-minggu pertama, bekas luka mungkin akan mengeluarkan darah dan cairan, jadi sebaiknya gunakan pembalut atau handuk kecil pada celana dalam. Dokter akan meresepkan obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen dan pencahar untuk membantu buang air besar.

Setelah operasi, umumnya pasien sudah dapat langsung pulang dan tidak membutuhkan konsumsi antibiotik. Namun segera periksakan diri Anda jika setelah operasi mengalami komplikasi seperti demam tinggi, mual, infeksi, susah buang air kecil, nyeri dan bengkak, serta konstipasi.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY