Penanganan Hipertrofi Prostat Jinak

SehatFresh.com – Terkait masalah kesehatan pria, masalah prostat adalah topik yang paling umum. Masalah pembesaran prostat seringkali menjadi keluhan banyak pria yang mengunjungi klinik kesehatan. Pembesaran prostat disebut juga benign prostatic hyperplasia (BPH) atau hipertrofi prostat jinak merupakan kondisi di mana prostat mengalami pembesaran.

Prostat terletak di bawah kandung kemih. Jika prostat tumbuh melampaui ukuran normalnya, maka ini menempatkan tekanan pada uretra. Tekanan ini dapat melemahkan kandung kemih dari waktu ke waktu. Kandung kemih yang lemah menjadi kesulitan dalam melakukan pengosongan sehingga meningkatkam dorongan untuk buang air kecil lebih sering. BPH seringkali membuat pria harus bangun di malam hari karena desakan buang air kecil.

Pada dasarnya, pembesaran prostat adalah proses alamiah yang berkaitan dengan penuaan. Masih belum jelas mengapa ada pria yang mengalami BPH, ada juga yang tidak. Faktor risiko utama untuk BPH ialah usia. Namun, faktor gaya hidup tidak sehat juga telah dikaitkan dengan BPH pada pria muda yang berusia di bawah 40 tahun yang mengalami obesitas.

Pada beberapa pria, gejala mereda tanpa pengobatan. Namun, gejala yang semakin intens seperti desakan buang air kecil di malam hari, rasa panas, nyeri atau bahkan darah yang muncul saat buang air kecil merupakan indikasi adanya masalah dan memerlukan evaluasi medis lebih lanjut. Gejala semacam itu juga bisa menjadi masalah yang lebih serius seperti infeksi bahkan kanker pada prostat.

Saat ini, telah banyak pilihan pengobatan pembesaran prostat, mulai dari obat-obatan, prosedur bedah minimal invasive, dan terapi. Pilihan pengobatan akan berdasarkan pada beberapa faktor, meliputi kondisi kesehatan secara menyeluruh, usia, ukuran prostat, dan seberapa parah ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gejala.

Obat-Obatan

Obat adalah pengobatan yang paling umum untuk kondisi BPH ringan hingga sedang. Obat yang sering digunakan adalah alpha blockers (alfuzosin, doxazosin, tamsulosin, dan silodosin), untuk mengendurkan otot leher kandung kemih dan serat otot di prostat sehingga mempermudah buang air kecil, atau obat lainnya yaitu, 5-alpha reductase inhibitors (dutasteride dan finasteride) bekerja dengan cara menghambat efek hormon dihidrotestosteron guna menurunkan ukuran prostat. Namun, penggunaan harus di bawah pengawasan dokter karena efek sampingnya cukup serius.

Bedah Invasif Minimal

Awalnya, prosedur bedah prostat terbuka (prostatektomi) dianggap sebagai prosedur paling efektif untuk penanganan BPH parah. Seiring munculnya metode lain dengan efek samping yang lebih kecil, bedah prostat terbuka sudah jarang dijadikan pilihan pengobatan. Bedah invasif mungkin menjadi pilihan bila gejalanya semakin parah, obat tidak membantu mengatasi gejala atau Anda memiliki masalah dengan saluran kemih, batu kandung kemih, darah dalam urin, atau masalah ginjal.

Pilihan prosedur bedah invasif minimal meliputi:

  • Transurethral resection of the prostate (TURP)

Dalam prosedur TURP, dokter bedah akan menggunakan alat yang disebut resektoskop untuk dimasukkan melalui ujung penis, dibantu kaca pembesar dengan putaran kawat khusus dan serat laser untuk membuang jaringan yang menghalangi aliran urin.

  • Transurethral incision of the prostate (TUIP)

TUIP juga menggunakan resektoskop. Bedanya, dokter akan memperluas saluran uretra dengan membuat irisan pada otot persimpangan antara kandung kemih dan prostat sehingga aliran urin kembali normal.

  • Transurethral microwave thermotherapy (TUMT)

Dalam prosedur TUMT, dokter memasukkan elektroda khusus melalui uretra ke daerah prostat. Energi gelombang mikro dari elektroda akan menghancurkan bagian dalam kelenjar prostat yang membesar, guna mempermudah aliran urin.

  • Transurethral needle ablation (TUNA)

Dalam prosedur TUNA, dokter akan menempatkan jarum ke dalam area prostat. Gelombang radio kemudian ditransmisikan melalui jarum untuk memanaskan dan menghancurkan jaringan berlebih yang menghalangi aliran urin.

Terapi Laser

Seiring dengan kemajuan teknologi, penggunaan laser kini telah digunakan dalam penanganan BPH. Laser berkekuatan tinggi digunakan untuk menghancurkan atau menghilangkan jaringan prostat yang membesar. Terapi laser umumnya cepat mengurangi gejala dan lebih kecil efek sampingnya ketimbang prosedur bedah.

Sumber gambar :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY