Penanganan Kehamilan Plasenta Previa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kehamilan adalah masa yang ditunggu-tunggu oleh pasangan yang sudah menikah, khususnya bagi kaum wanita kondisi kehamilan menjadi sangat penting. Namun tahukah Anda jika kehamilan yang dialami oleh wanita bisa saja mengalami gangguan , salah satu gangguan yang dapat terjadi adalah blighted ovum.

Kasus terjadinya placenta previa terjadi pada 1 dari 200 kehamilan, placenta previa merupakan kondisi di mana plasenta melekat pada bagian bawah rahim sehingga menutupi bukaan leher rahim. Kondisi ini lebih sering terjadi pada bulan-bulan awal kehamilan, jika seorang ibu hamil mengalami placenta previa maka ia dan janin akan memiliki resiko pendarahan berlebih jika kondisi ini terus berlangsung selama kehamilan hingga saat persalinan tiba. Selain placenta previa, letak placenta juga bisa mengalami ketidaknormalan yang disebut plasenta rendah (low-lying placenta), dimana plasenta terletak sangat dekat dengan bukaan rahim tapi tidak sampai menutupinya.

Kasus placenta previa dapat dikatakan jarang terjadi pada kehamilan pertama seorang ibu akan tetapi kecenderungan untuk terjadinya kondisi palcenta previa akan semakin meningkat pada kehamilan-kehamilan berikutnya. Penting untuk Ana mengetahui beberapa jenis placenta Previa, berikut adalah beberapa tipe dari placenta pravia:

  1. Placenta Previa Total
  2. Placenta Previa Sebagian
  3. Placenta Previa Marjinal

Tipe palcenta pervia marjinal adalah tipe plasenta previa yang paling sering terjadi dianatara ketiga jenis di atas. Untuk mendiagnosa placenta previa, dokter spesialis kandungan bisanya akan melakukan USG pada usia kehamilan 18-20 minggu. Seorang ibu juga bisa diduga mengalami placenta previa jika terjadi pendarahan pada trimester kedua kehamilannya, pemeriksaaan ulang akan dilakukan melalui USG pada usia kehamilan 30-36 minggu. Pada sebagian besar kasus, plasenta akan bergeser menjauhi jalan lahir sebelum usia kehamilan minggu ke-30 dimana usia kehamilan terus bertambah dan rahim telah berkembang dan meregang.

Wanita hamil dengan kondisi plasenta previa tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal karena akan mengakibatkan pendarahan hebat. Apabila telah diketahui seorang ibu mengalami plasenta previa, maka Anda dapat melakukan beberapa hal berikut untuk mencegah terjadinya pendarahan:

  • Mengurangi aktifitas fisik. Aktifitas fisik yang berat dapat memicu terjadinya kontraksi.Sehingga akan sangat membahayakan kondisi kehamilan
  • Bed rest. Jika sudah mengalami pendarahan berulang kali dan dalam jumlah banyak, disarankan bagi Anda untuk melakukan bed rest total untuk mencegah terjadinya kontraksi dan pendarahan yang lebih banyak.
  • Pelvic rest. Yaitu tidak melakukan hal-hal pada vagina yang berpotensi menyebabkna terjadinya pendarahan, misalnya, tidak melakukan hubungan seks, membersihkan vagina menggunakan cairan atau alat tertentu, menggunakan pembalut vagina.

Pada kasus penderita plasenta previa yang sudah parah, penderita harus diopname di rumah sakit agar dokter mudah melakukan kontrol dan dapat segera melakukan penaganan jika terjadi sesuatu. Biasanya penanganan yang dilakukan dokter adalah memberikan obat-obatan untuk mencegah kontraksi dan obat untuk mempercepat pematangan paru-paru janin untuk kemungkinan apabila janin harus segera dilahirkan.

Karena saat terjadi plasenta previa tidak boleh sampai terjadi kontraksi, maka sebaiknya Anda segera hubungi dokter jika merasakan kontraksi pada perut seperti perut terasa sangat keras atau keluar bercak darah. Karena itu bisa saja merupakan tanda-tanda awal kontraksi yang berbahaya. Jangan sampai Anda menunda dan mengabaikan kondisi yang terjadi akibat plasenta previa karena itu akan membahayakan kondisi Anda dan janin, selain itu mulailah untuk mengatur aktivitas dan pola hiudp Anda saat sedang hamil agar kondisi tubuh dan janin Anda dapat terjaga dengan baik.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY