Penanganan Kelainan Parafilia (Kelainan Psikoseksual)

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Adanya kejanggalan di luar yang lazim dianggap sebagai kelainan. Begitu pula perilaku seksual, banyak dijumpai penderita parafilia (kelainan psikoseksual) yang disebut voyeurism di sekeliling kita.

Ciri-ciri penderita gangguan ini, yaitu memiliki hasrat seksual yang menggebu-gebu dan kuat, fantasi-fantasi seksual, atau menampilkan berbagai tingkah laku yang  melibatkan objek, aktivitas atau situasi yang tak lazim dan menyebabkan stres negatif, serta melemahnya fungsi-fungsi sosial, aktivitas kerja, dan fungsi-fungsi penting lainnya.

Gangguan paraphilia ditandai oleh empat langkah yang membentuk daur, antara lain :

  1. preokupasi atau ketertarikan dan perhatian pada objek atau adegan seksual yang intensif dan terus-menerus.
  2. Ritualisasi dalam bentuk melakukan perilaku-perilaku tertentu yang berkaitan dengan aktivitas seksual.
  3. Tingkah laku kompulsif yang terwujud dalam bentuk berulangnya perilaku seksual menyimpang.
  4. Perasan sedih, murung, hampa, menderita, dan depresi yang kemudian mengarahkannya kembali pada perilaku seksual menyimpang sebagai upaya untuk menghilangkan perasan-perasan negatif yang ditanggungnya.

Voyeurism (voyeurisme) sebagai salah satu bentuk paraphilia mencakup perilaku melihat secara sembunyi-sembunyi orang lain yang telanjang, melepas/mengganti pakaian, atau sedang berhubungan seksual dengan tujuan utama agar terangsang secara seksual. Keterangsangan secara seksual dan kenikmatan seksual yang menyertainya merupakan hasil yang diharapkan dalam perilaku mengintip itu. Perilaku voyeurisme mencakup juga perilaku menonton film yang mengandung objek dan adegan-adegan seksual, mengintip pakaian dalam, serta dalam derajat yang lebih rendah terwujud dalam perilaku memandangi orang yang dianggap berpotensi menjadi partner seksual.

Apa Penyebab Penyakit Ini dan Bagaimana Menanganinya?

Pengidap parafilia ini sebenarnya tidak banyak dan lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Sampai saat ini penyebab pasti parafilia dapat dipastikan sepenuhnya. Berikut adalah beberapa kondisi yang terkait :

  • Trauma masa kecil, misalnya pelaku pernah mengalami pelecehan seksual.
  • Kesulitan mengekspresikan perasaan dan sulit memulai hubungan dengan orang lain.
  • Berulang kali mendapatkan aktivitas seksual yang menyenangkan terhadap situasi dan objek tertentu, sehingga terbentuklah penyimpangan seksual pada situasi dan objek tertentu tersebut.

Tujuan dari penanganan paraphilia yaitu untuk membatasi perilaku kriminal dan mengurangi ketidaknyamanan penderita. Pada umumnya parafilia perlu mendapat penanganan dari dokter dan psikiater profesional dalam jangka panjang, antara lain :

  • Konseling
  • Psikoterapi, antara lain psikoterapi individu untuk mengubah perilaku dan terapi keluarga.
  • Obat-obatan untuk mengurangi fantasi dan kecenderungan perilaku menyimpang, seperti antidepresan dan antiandrogen.
  • Pemberian hormon untuk menangani perilaku berbahaya.
  • Terapi penyalahgunaan minuman keras dan obat-obatan jika pengidap juga bermasalah dalam hal tersebut.

Jika tidak segera ditangani, kelainan seksual dapat membahayakan diri sendiri, keluarga, hubungan sosial, pekerjaan, maupun masyarakat umum yang berisiko menjadi korban. Pedofilia, voyeurisme, sadisme, ekshibisionisme, dan froteurisme adalah tindakan kriminal dan dapat dijatuhi hukuman pidana.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY