Penanganan Kelelahan pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Lelah dan lesu setelah beraktivitas seharian atau ketika tubuh kurang fit adalah hal yang wajar, termasuk pada remaja di mana aktivitasnya mulai padat. Selain itu, masa remaja sendiri merupakan periode di mana perkembangan fisik dan emosional terjadi begitu pesat. Perubahan hormon akan mengiringi perubahan fisik dan psikis remaja, dan ini berpengaruh pada tingkat energi. Ketika kebutuhan tidur juga tidak tercukupi, tingkat energi yang menurun dari waktu ke waktu dapat berkembang menjadi kelelahan kronis.

Para remaja mungkin tidak selalu menyadari bahwa ia terlalu lelah menjalani rutinitasnya. Namun, sebetulnya tanda-tanda kelelahan yang tak biasa dapat terlihat dari perubahan sikap dan suasana hati anak itu sendiri. Sering menguap, mengantuk ketika di kelas, pergerakan yang lambat dan mudah marah adalah beberapa gejalanya. Jika dibiarkan, kebiasaan makan dan pola tidur anak akan menjadi kacau. Pasalnya, anak mungkin lebih memilih untuk tidur dan cenderung melewatkan waktu makan setelah ia selesai dengan aktivitasnya. Perkembangan anak pun bisa tidak optimal jika ini tidak segera ditangani.

Bila remaja Anda menunjukkan tanda-tanda kelelahan, ada beberapa hal yang dapat membantu mengatasinya, yaitu:

  • Tidak melewatkan sarapan. Waktu makan di pagi hari merupakan waktu makan yang sangat penting sebagai sumber energi untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Maka dari itu, selalu sempatkan untuk sarapan. Fisik yang berenergi turut berkontribusi dalam hal akademi. Sejumah penelitian melaporkan bahwa anak-anak yang rutin sarapan memiliki performa lebih baik di sekolah karena mereka cenderung memiliki konsentrasi dan kemampuan problem solving yang lebih baik dibanding anak-anak yang jarang sarapan. Tentunya, sarapan yang baik adalah sarapan bernutrisi.
  • Menerapkan konsep “eat clean, yaitu mengurangi konsumsi makanan olahan pabrik guna meminimalisir paparan pengawet ataupun perasa berbasis kimia yang merugikan kesehatan. Sebagai gantinya, tingkatkan konsumsi makanan alami, terutama buah dan sayur sebagai bagian dari diet gizi seimbang. Makan sehat setiap hari merupakan penunjang kebugaran fisik yang prima. Imbangi pula dengan asupan cairan yang memadai setiap hari. Pasalnya, pengurangan cairan tubuh 2 persen saja sudah dapat menurunkan tingkat energi hingga 30 persen.
  • Tidur malam yang cukup sangat penting untuk memperbaiki dan mengembalikan kebugaran tubuh. Menjelang waktu tidur, biasakan remaja Anda untuk menghindari makanan/minuman berkafein, jauhi gadget, matikan lampu, serta ciptakan suasana kamar yang sejuk dan tenang, agar tidur malamnya berkualitas.
  • Olahraga teratur. Ketika lelah, umumnya orang malas berolahraga. Padahal, olahraga merupakan salah satu cara efektif untuk memerangi kelelahan. Tak harus yang berat, Anda bisa mendorong remaja Anda untuk melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, jogging, atau bersepeda. Pelepasan hormon saat berolahraga akan membuat fisik lebih prima dan pikiran pun lebih bahagia. Minimal 30 menit sehari selama lima hari dalam seminggu adalah porsi aktivitas fisik yang disarankan oleh para ahli kesehatan.

Di sisi lain, kelelahan juga bisa menjadi gejala suatu penyakit, antara lain anemia, penyakit tiroid, diabetes, gangguan tidur, infeksi kronis, serta masalah hati, ginjal, atau jantung. Tak mudah menentukan apakah kelelahan yang dialami sifatnya wajar atau indikasi penyakit. Secara umum, jika perubahan gaya hidup tidak cukup membantu mengatasi rasa lelah dan kelelahan berlanjut hingga berbulan-bulan, jangan ragu untuk segera memeriksakan kesehatan remaja Anda ke dokter agar dapat diketahui penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY