Penanganan Kista Nabothi

SehatFresh.com – Selain payudara, masalah kesehatan rahim juga menjadi topik kesehatan wanita yang umum diperbincangkan. Munculnya benjolan pada rahim tidak selalu menandakan kanker, ada kemungkinan itu merupakan kista, salah satunya kista nabothi. Kista nabothi merupakan kista yang berisi lendir dan disekresikan oleh kelenjar serviks. Terkadang, kista nabothi juga disebut kista serviks, kista retensi musinosa, atau kista epitel.

Kista nabothi terbentuk ketika kelenjar penghasil lendir di leher rahim dilapisi dengan sel-sel kulit dan menjadi tersumbat. Sel-sel kulit yang menyumbat kelenjar menyebabkan penumpukan lendir. Akibatnya, muncul kista pada leher rahim yang terlihat seperti benjolan putih kecil. Akumulasi lendir secara progresif menyebabkan pembesaran kista dan benjolan di leher rahim.

Ukuran kista nabothi bervariasi, berkisar dari satu milimeter hingga empat centimeter. Kista biasanya berwarna kuning atau putih dan memiliki permukaan yang halus. Kista seringkali berkembang tanpa gejala. Jika seorang wanita mengalami pendarahan bukan karena menstruasi, nyeri panggul, atau keputihan, kemungkinan itu menunjukkan semacam infeksi yang memerlukan perhatian medis.

Kista nabothi seringkali disebabkan karena melahirkan atau beberapa jenis trauma pada serviks. Dalam kebanyakan kasus, kista nabothi terbentuk ketika jaringan baru tumbuh pada leher rahim. Kista nabothi muncul sebagai efek pemulihan setelah penyembuhan normal atau cedera traumatis pada lapisan dangkal serviks. Misalnya saat melahirkan, selalu ada beberapa sel superfisial serviks yang hilang. Selama penyembuhan, sel-sel yang baru tumbuh menyumbat saluran dari kelenjar serviks. Proses ini mengarah ke retensi sekresi lendir dan pengembangan kista. Kadang-kadang kista nabothi muncul sebagai komplikasi tertunda dari histerektomi. Perubahan lapisan serviks terinternalisasi dan hal ini mengakibatkan obliterasi saluran kelenjar serviks yang akhirnya menghasilkan perkembangan kista.

Kista nabothi tidak menghasilkan gejala apa pun dan mayoritas pasien wanita tidak menyadari kondisi ini. Kista nabothi umumnya pertama kali diidentifikasi oleh ginekolog selama pemeriksaan panggul. Dokter juga dapat melakukan kolposkopi untuk membuat diagnosis yang akurat. Prosedur ini digunakan untuk membedakan kista nabothi dan jenis benjolan rahim lainnya. Jika kista tampak abnormal selama ujian ini, dokter akan melakukan biopsi untuk pemeriksaaan laboratorium lebih lanjut.

Kista nabothi bersifat jinak dan biasanya tidak memerlukan pengobatan. Dalam kasus yang jarang terjadi, kista mungkin membesar bahkan merusak bentuk dan ukuran leher rahim. Hal ini dapat menyulitkan pemeriksaan serviks rutin. Dalam situasi ini, dokter mungkin merekomendasikan pengangkatan kista.

Kista nabothi yang membutuhkan pengobatan dapat dihilangkan melalui krioterapi, eksisi, atau melalui proses yang disebut ablasi elektrokauter.

  • Krioterapi menggunakan material yang luar biasa dingin untuk membekukan dan menghancurkan kista yang tumbuh pada serviks dengan bantuan nitrogen cair.
  • Eksisi, selama eksisi, dokter melakukan operasi kecil untuk pengangkatan jaringan, karena umumnya letak kista nabothi tidak terlalu dalam, eksisi superfisial mungkin sudah cukup.
  • Ablasi elektrokauter, selama ablasi elektrokauter, dokter menggunakan arus listrik untuk menghapus massa abnormal pada rahim. Kehilangan darah dalam jumlah yang sangat sedikit adalah keuntungan utama dari metode ini.

Prospek untuk pasien dengan kista nabothi sangat baik dengan diagnosis dini dan pengobatan yang tepat. Kehadiran kista kecil umumnya tidak akan menjadi kondisi ganas kecuali bila tumbuh lebih besar atau berproliferasi. Karena penyebab kista nabothi tidak diketahui secara pasti, maka tidak ada cara untuk mencegah munculnya kista tersebut. Namun, setelah kista nabothi terdiagnosis, pasien harus benar-benar memastikan bahwa lesi yang menandakan kista sifatnya jinak sehingga tidak berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Sumber gambar : wordpress.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY