Penanganan Malabsorbsi pada Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Malabsorbsi adalah penyakit dimana penderitanya mengalami kelainan atau gangguan yang dikarenakan penyerapan zat gizi dari usus kecil ke dalam aliran darah, terutama dari usus kecil. Selain penyebab yang telah disebutkan dalam pengertianya, dapat diketahui juga bahwa penyakit ini dapat disebabkan oleh kelainan yang berkaitan dengan proses pencernaan makanan pada penderita yang tentunya juga berpengaruh terhadap penyerapan makanan.

Penderita Sindroma Malabsorbsi biasanya mengalami penurunan berat badan. Jika lemak tidak diserap sebagaimana mestinya, tinja akan berwarna terang, lembek, berbau busuk, dan jumlahnya sangat banyak. Tinja semacam ini disebut steatorrhea. Tinja akan menempel di sisi kloset atau akan mengapung dan sulit untuk disiram. Malabsorbsi dapat menyebabkan kekurangan semua zat gizi maupun kekurangan protein, lemak, vitamin, atau mineral tertentu.

Gejalanya bervariasi tergantung dari kekurangan zat apa yang dialami penderita. Contohnya jika terjadi kekurangan enzim laktase mungkin akan mengalami diare yang menyemprot, perut kembung, dan flatulen (banyak mengeluarkan gas) setelah minum susu. Gejala lainnya tergantung pada penyakit yang menyebabkan malabsorbsi, yaitu penyumbatan saluran empedu bisa menyebabkan sakit kuning (jaundice) dan penurunan aliran darah ke usus bisa menyebabkan nyeri perut setelah makan.

Diduga telah terjadi sindroma malabsorbsi pada seseorang yang mengalami penurunan berat badan, diare serta kekurangan zat gizi meskipun makanannya baik. Penurunan berat badan saja bisa disebabkan oleh hal-hal lain. Pemeriksaan lemak dalam tinja bisa membantu memperkuat diagnosis, dimana kadar lemaknya berlebihan.

Tujuan dari diagnosis adalah menemukan penyebab, gejala serta tingkatan penyakit yang nantinya juga menjadi dasar dalam menentukan pengobatan yang sesuai. Dan pemeriksaan yang dilakukan untuk memperkuat hasil diagnosis adalah pemeriksaan lemak dan pemeriksaan tinja.

Pada umumnya penderita penyakit ini diobati dengan memberikan suplemen atau tambahan mineral seperti magnesium, zat besi dan vitamin. Selain itu, pengobatan penyakit ini dilakukan dengan melihat hasil diagnosis, dimana jika penyakit ini masih tergolong ringan maka pemberian obat dilakukan secara oral, sedangkan jika penyakit ini sudah termasuk berat maka pemberian obat dilakukan secara intraverna. Dan penderita juga dianjurkan mengkonsumsi makananan sehat yang bisa dicerna oleh tubuh.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY