Penanganan Miom pada Ibu Hamil

SehatFresh.com – Miom adalah pertumbuhan sel-sel otot rahim secara abnormal di dalam atau di sekitar uterus (rahim) yang tidak bersifat kanker atau ganas. Namun pertumbuhan inilah yang akhirnya membentuk tumor jinak. Miom juga dikenal dengan nama mioma, uteri fibroid, atau leiomioma.

Jika miom dialami oleh Ibu hamil, maka bahayanya sangat besar bagi kesehatan janin karena miom adalah tumor jinak yang tumbuh di dalam rahim. Pengangkatan miom jelas akan menimbulkan perdarahan serta akan langsung menganggu fungsi rahim dan janin, jadi sangat tidak di anjurkan melakukan operasi pengangkatan miom jika seorang wanita sedang mengandung.

Bahaya Miom pada Ibu Hamil

Miom dapat merebut makanan yang seharusnya di berikan pada janin, bila dibiarkan dapat menyebabkan kematian pada janin dalam kandungan. Gangguan yang dapat ditimbulkan miom antara lain kontraksi dini, perdarahan, dan jalan lahir tertutup. Jika miom terus membesar dan mendesak janin, maka ada kemungkinan ibu hamil akan mengalami plasenta previa atau plasenta tumbuh di bawah rahim yang kerap mengakibatkan perdarahan saat proses persalinan. Perdarahan ini sangat membahayakan jiwa ibu, miom juga dapat menyebabkan keguguran.

Para wanita harus mengetahui betul tanda-tanda yang ditimbulkan oleh tumor jinak ini. Menurut Dr.dr. T Z Jacoeb SpOG, karena adanya hubungan antara miom dengan hormon estrogen, maka miom dapat membesar pada usia reproduksi dan mengecil pada pasca menopause. Sebenarnya tanda-tanda yang bisa menjadi petunjuk adanya miom ini sangat beragam.

Hal ini dikarenakan adanya perbedaan besar-kecilnya tumor jinak yang sedang tumbuh dan keberadaan tumor tersebut. Gejala yang paling sering ditemukan adalah terjadinya pendarahan banyak akibat rongga rahim yang lebih luas dan adanya gangguan kontraksi rahim akibat massa tumor. Lalu adanya penekanan pada kandung kemih, ureter, rectum, atau organ rongga panggul lainnya sehingga menimbulkan gejala sakit apabila sedang buang air kecil dan susah buang air besar.

Biasanya miom muncul pada usia sekitar 30-50 tahun. Setelah mengalami menopause, miom akan menyusut karena penurunan kadar estrogen.

Obat-obatan untuk Mengatasi Miom

Pada miom yang memiliki gejala, terdapat beberapa obat-obatan yang bisa digunakan untuk meredakan gejala yang muncul, yaitu:

  • Kontrasepsi oral (pil KB). Obat ini berfungsi dengan cara menghambat sel telur agar tidak dilepaskan dari ovarium untuk mencegah kehamilan. Pil KB bisa meringankan pendarahan berlebih dan membantu mengurangi rasa sakit saat menstruasi.
  • Levonorgestrel intrauterine system (LNG-IUS). Ini adalah sebuah alat dari plastik yang diletakkan di dalam rahim. Alat ini berfungsi mengeluarkan hormon progesteron yang bernama levonorgestrel secara perlahan-lahan. Dengan alat ini, akan memperlambat pertumbuhan dinding rahim agar lebih tipis dan pendarahan menjadi lebih sedikit. Alat ini juga berfungsi sebagai alat kontrasepsi dan akan berhenti setelah Anda tidak menggunakannya.
  • Asam traneksamat. Bagi yang masih menginginkan bisa hamil, Anda bisa mengonsumsi obat asam traneksamat. Fungsi obat ini menyebabkan terjadinya penggumpalan darah di dalam rahim. Obat ini bukan alat kontrasepsi dan tidak bisa mencegah hamil.
  • Obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Obat ini bisa dikonsumsi untuk menghentikan atau mengurangi pendarahan. Obat ini dapat menghalangi tubuh dalam menghasilkan senyawa prostaglandin yang terkait dengan menstruasi berlebih. OAINS termasuk golongan obat pereda rasa sakit.
  • Norethisterone oral. Obat ini penghasil hormon progesteron buatan manusia untuk mengurangi menstruasi berlebih. Obat ini berfungsi mencegah dinding rahim tumbuh dengan cepat.
  • Progesteron suntik. Memiliki fungsi sama untuk mencegah dinding rahim tumbuh dengan cepat dan mengatasi menstruasi berlebih. Obat ini juga berfungsi sebagai alat kontrasepsi.
  • Gonadotropin releasing hormone (GnRH). Obat ini akan membuat tubuh menghasilkan hormon estrogen lebih sedikit, akhirnya akan menyusutkan miom yang ada di dalam tubuh. Obat ini juga membantu meredakan menstruasi berlebih serta mengurangi tekanan dan rasa nyeri pada perut. Gejala sering buang air kecil dan konstipasi juga bisa diatasi dengan bantuan obat ini.

Sebenarnya miom tidak berbahaya selama tidak menjadi pendarahan dan tidak menjadi ganas, sangat kecil kemungkian miom menjadi ganas yang biasanya menjadi ganas adalah kista, dalam kista pun ada berbagai macam dan bisa dilihat dalam jenis kista.

Sumber gambar : www.sehatfresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY