Penanganan Osteochondritis Dissecans pada Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pria adalah kelompok yang paling tinggi untuk terkena penyakit ini, dengan perbandingan pria : wanita 2-3:1. Laki-laki muda yang sangat aktif dalam olahraga dan kegiatan fisik lainnya adalah yang paling rentan terkena Osteochondritis dissecans. Kondisi ini dapat terjadi pada orang-orang di usia muda yaitu sekitar usia 10-20 tahun dan usia paruh baya yaitu 30-60 tahun. Orang-orang yang sering berolahraga diduga lebih sering terkena kondisi ini.

Osteochondritis Dissecans adalah kondisi dimana sebagian dari tulang rawan dan tulang yang mendasarinya terpisah dari permukaan sendi atau bahkan lepas. Persendian pinggul dan lutut adalah bagian yang paling sering terkena penyakit ini, diikuti oleh pergelangan kaki dan siku. Sebanyak 75% kasus Osteochondritis Dissecans berada di lutut, 6% berada disiku, dan 4% berada di pergelangan kaki.

Penyebab kondisi ini belum jelas, namun sepertinya terkait dengan hilangnya supply darah pada tulang. Kehilangan ini menyebabkan sedikit bagian dari tulang mati. Bagian tulang yang terpengaruh dapat hancur, menyebabkan luka pada permukaan sendi. Tulang rawan pada tulang yang mati ini bisa rusak. Tulang yang mati kemudian bisa patah dan mengapung di dalam persendian. Gangguan ini dapat terjadi pada orang-orang setelah mengalami cedera atau setelah trauma yang berulang di area yang terpengaruh. Faktor lain bisa berasl dari sickle cell anemia, terapi radiasi, hasil trauma, iskemia, idiopatik, dan keturunan. Namun, banya peneliti yang percaya kondisi ini hadir dari multifaktoral atau banyak faktor yang melatarbelakanginya.

Ketika timbul suatu luka yang berarti sebagai tanda awal Osteochondritis Dissecans maka akan muncul 4 tahapan selanjutnya, tahapan pertama yaitu terdiri dari area kecil dari kompresi tulang subchondral. Kemudian tahap dua adalah fragmen Osteochondral sebagian terpisah. Radiografio tulang dapat mengungkapkan area yang dibataasi tulang subhchondral sklerotik terpisah dari sisa episifisi oleh bantuan baris radioliusen. Tahap tiga adalah lesi yang paling umum dan terdiri dari fragmen yang sepenuhnya terspisah yang tetap berada dalam tempat yang mendasarinya. Tahap empat yaitu terdiri dari potongan ag sepenuhnya terpisah.

Gejala yang kebanyakan timbul pada psien yang terkena penyakit ini seperti, Gejala-gejala yang umum dari osteochondritis dissecans tergantung dari persendian yang terpengaruh oleh kondisi ini. Di antaranya: nyeri, terutama setelah melakukan aktvitas, perasaan sakit atau nyeri yang timbul khususnya terjadi setelah berolahraga, tetapi tidak semua mengalami rasa sakit yang sama. Saat rasa sakit terjadi, mungkin terasa ringan, tidak terlalu jelas, dan rasa sakit timbul dan menghilang. Ini membuat diagnosis sulit dilakukan. Kemudian pembengkakan dan nyeri, kulit disekitar sendi Anda mengalami bengkak dan lecet. Selanjutnya adalah persendian melemah, Anda mungkin merasa seolah-olah sendi Anda melemah. Kemudian jangkauan gerakan yang sedikit, Anda mungkin tidak dapat meluruskan lengan dan kaki yang dipengaruhi oleh osteochondritis dissecans. ketidakmampuan untuk bebas menggerakkan sendi sesuai jangkauan geraknya. rasa sakit yang terus menerus, rasa sakit yang terus menerus atau nyeri pada lutut, siku, atau persendian lain. Menurunnya pergerakan sendi. Kondisi ini misalnya ditandai dengan tidak bisa maksimal meregangkan lengan atau kaki. Kekakuan setelah beristirahat. Sendi yang “menempel” atau “terkunci”, dan sendi yang berbunyi saat digerakkan.

Jika gejala itu sudah muncul ada beberapa penanganan yang dapat Anda lakukan seperti:

  • Istirahat icing sendi selama beberapa hari sampai bengkak lebih baik
  • Menggunakan NSAID seperti ibuprofen dan ketoprofen untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan
  • Olahraga ringan seperti peregangan dan berenang
  • Ini adalah langkah yang diambil jika kondisi sudah semakin parah operasi pengangkatan bagian yang terkena tulang diperlukan untuk menghilangkan rasa sakit.
  • modifikasi gaya hidup

Itulah tadi beberapa penanganan yang bisa dilakukan jika Anda terserang penyakit ini jangan lupa juga untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda agar penyakit ini dapat segera sembuh.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY