Penanganan Penderita Hiperseks

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kebutuhan akan hasrat seksual memang wajar dimiliki oleh setiap orang, terutama bagi mereka yang sudah berkeluarga. Ekspresi seksual merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan telah menjadi fitrah bagi manusia sebagai makhluk biologis.

Akan tetatpi ekspresi dan hasrat akan seksual tersebut menjadi begitu kuat dan sering kali seks lebih dominan ketimbang kesehatan, pekerjaan, atau hubungan sehingga menganggu jalannya kehidupan Anda. Sebaiknya Anda mewaspadai kondisi tersebut, bisa saja Anda mengalami kelainan yang dinamakan hiperseks atau perilaku seks kompulsif (compulsive sexual behaviour/CSB).

Dalam istilah medis, perilaku seks kompulsif juga sering disebut hiperseks, nymphomania, atau erotomania. Ada juga yang menyebut kecanduan seks atau maniak seks. Tetapi dua istilah terakhir ini biasanya berkaitan atau merujuk pada tingginya aktivitas seksual bersamaan dengan penggunaan alkohol, narkoba, atau perjudian.

Dikutip dari situs Mayo Clinic menjelaskan bahwa  perilaku seks kompulsif secara umum dipertimbangkan sebagai suatu kelainan yang dialami seseorang dalam mengendalikan impuls atau dorongan seks. Akibat kelainan ini, seseorang tak mampu menolak godaan atau dorongan melakukan suatu tindakan yang merugikan diri sendiri ataupun orang lain. Pada kelainan seks ini, perilaku normal yang seharusnya menyenangkan dapat berubah menjadi kebiasaan yang ekstrem.Perilaku seks komplusif atau hiperseks adalah masalah serius yang dapat mengganggu kehidupan seseorang dan bahkan mengancam kesehatan.

Penyebab dari perilaku hiperseks ini belum diketahui pasti sampai saat ini, karena penelitian ilmiah mengenai kecanduan seks ini masih terbilang baru dan para ahli masih menyelidiki kemungkinan beberapa penyebabnya antara lain :

  • Abnormalitas otak. Penyakit atau kondisi medis tertentu kemungkinan dapat menimbulkan kerusakan pada bagian otak yang memengaruhi perilaku seksual. Penyakit seperti multiple sclerosis, epilepsi, dan demensia juga berkaitan dengan CSB. Selain itu, pengobatan penyakit parkinson dengan dopamine diduga dapat memicu perilaku CSB.
  • Senyawa kimia otak. Senyawa kimia pembawa pesan antarsel otak (neurotransmiter) seperti serotonin, dopamin, norepinephrine, dan zat kimia alami lain dalam otak berperan penting bagi fungsi seksual dan mungkin juga berkaitan dengan CSB meski belum jelas mekanismenya.
  • Androgen. Hormon seks ini secara alami terdapat pada pria dan wanita. Walaupun androgen juga memiliki peran yang sangat penting dalam memicu hasrat atau dorongan seks, belum jelas apakah hormon ini berkaitan langsung dengan CSB.
  • Perubahan sirkuit otak. Beberapa ahli membuat teori bahwa CSB adalah sebuah jenis kecanduan yang seiring waktu menimbulkan perubahan para sirkuit syaraf otak. Sirkuit ini merupakan jaringan syaraf yang menjadi sarana komunikasi antara satu sel dan sel lain dalam otak. Perubahan ini dapat menimbulkan reaksi psikologis menyenangkan saat terlibat dalam perilaku seks dan reaksi tidak menyenangkan ketika perilaku itu berhenti.

Hal utama yang harus diperhatikan dalam mengobati perilaku hiperseks adalah kesadaran dan mau mengakuinya. Jika kedua hal tersebut sudah ada di dalam jiwa seseorang yang memiliki perilaku hiperseks, maka hal tersebut bisa menjadi langkah awal yang baik sebagai motivasi dalam mencari kesembuhan. Selainitu melakukanbeberapa kegiatan untuk mengendalikan gairah dah hasrat seksual dapat membantu untuk mengatasi masalah hiperseks, dilansir dari eHow, ada beberapa beberapa teknik untuk mengendalikan libido, yaitu:

  • Sering olahraga. Untuk mengurangi gairah seks, cobalah kegiatan rutin dan kegiatan fisik lainnya seperti olahraga berat, misalnya maraton atau angkat besi.  Hal ini dapat mendorong energi seksual ke dalam aktivitas fisik yang berbeda. Olahraga juga dapat digunakan untuk meningkatkan libido. Misalnya angkat besi, latihan kardiovaskular, latihan kegel dan yoga. Olahraga adalah cara sederhana dan efektif untuk meningkatkan gairah dan kepuasan dalam kehidupan seksual .
  • Meditasi. Meditasi telah digunakan sebagai alat dalam mengendalikan libido. Kadang-kadang meditasi bisa dilakukan bersamaan dengan latihan yoga untuk membuat hubungan pikiran dan tubuh, menambah atau mengurangi dorongan seks.
  • Yoga. Latihan yoga mengurangi kecemasan dan stres – faktor kunci seksualitas seseorang.Mengontrol akar penyebab ini dapat membuat orang mengendalikan dorongan seksual. Yoga sering digunakan untuk menempatkan energi stres dan kecemasan ke daerah lain, seperti libido, terutama jika orang tersebut berusaha untuk meningkatkan libidonya.

Selain cara di atas, penanganan penderita hiperseks adalah dengan melakukan modifikasi perilaku. Pembentukan perilaku yang baru ini bisa dilakukan dengan menyibukkan diri melakukan kegiatan-kegiatan positif, sekaligus berinteraksi dengan orang lain tanpa melibatkan hubungan seksual.

Faktor kunci lain untuk kesembuhan perilaku hiperseks adalah dengan rajin melakukan konseling, selain itu dukungan dari orang-orang yang dicintai dan menjalani rencana yang telah dibuat. Anda juga bisa menggunakan perawatan memakai obat-obatan seperti yang digunakan untuk mengobati gangguan obsesif kompulsif untuk mengekang sifat kompulsif dari perilaku hiperseks.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY