Penanganan Penumpukan Cairan yang Berlebihan di Rongga Skrotum

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hidrokel adalah penumpukan cairan yang berlebihan di rongga skrotum. Pada keadaan normal, terdapat produksi cairan di rongga skrotum yang diimbangi oleh penyerapan kembali oleh sistem limfatik sekitarnya. Kelainan ini ditemukan pada 80-90% bayi laki-laki, 90-95% di antaranya akan menghilang spontan sebelum usia 2 tahun. Hidrokel juga ditemukan pada satu dari seratus laki-laki dewasa, biasanya terjadi setelah usia diatas 20 tahun.

Penyebabnya dapat merupakan kelainan bawaan, kelainan yang didapat pada testis atau epididimis (sehingga menyebabkan akumulasi cairan pada rongga skrotum), tumor, infeksi, atau trauma pada testis/epididimis, yang merupakan penyebab hidrokel pada penderita dewasa.

Prinsip utama penanganan hidrokel adalah dengan mengatasi penyebab yang mendasarinya. Penanganannya dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Mengompres Skrotum dengan es batu. Anda dapat mengompres skrotum dengan es batu untuk mengurangi pembengkakan.
  • Mandi dengan garam Epsom. Apabila testis/skrotum Anda bengkak tetapi tidak terasa sakit, cobalah mandi dengan air hangat yang dicampur dengan beberapa cangkir garam Epsom. Berendamlah di dalam bak mandi selama 15 hingga 20 menit jangan terlalu lama berendam di bak mandi agar Anda tidak dehidrasi. Berendamlah dengan kaki sedikit dibuka, sehingga skrotum Anda terendam di dalam air. Hangatnya air akan merangsang pergerakan cairan tubuh dan bisa membantu membuka sumbatan dan kandungan garamnya bisa mengeluarkan cairan melalui kulit dan mengurangi bengkak. Garam Epsom juga banyak mengandung magnesium, yang bisa membantu mengendurkan otot/tendon dan meredakan nyeri. Namun, jika hidrokel Anda menimbulkan rasa nyeri, jangan melakukan ini karena merendam skrotum di dalam air hangat atau sumber panas yang lain bisa memperbesar pembengkakan dan memperparah gejalanya.
  • Operasi pembedahan hidrokel (hidrokelektomi). Operasi ini hanya dilakukan jika ukuran hidrokel cukup besar sehingga menyebabkan ketidaknyamanan dan menekan bagian tubuh lainnya. Pembedahan ini bisa dilakukan dengan pisau bedah atau laparoskopi, yaitu prosedur dengan menempelkan karena pada alat bedah yang panjang. Usai menjalani hidrokelektomi, dokter biasanya akan menyarankan penderita untuk menggunakan scrotal support strap ini adalah sejenis penunjang skrotum yang dipakai setelah celana dalam.
  • Aspirasi. Penggunaan prosedur ini dilakukan setelah penderita didiagnosis mengalami hidrokel, salah satu prosedur paling ringan adalah mengeluarkan cairannya menggunakan jarum. Prosedur ini memakan waktu paling sebentar sekitar 1-2 hari. Prosedur ini dilakukan setelah pemberian obat bius dalam bentuk oles, kemudian sebuah jarum akan ditusukan ke dalam skrotum untuk menembus hidrokel dan menyedot cairan bening yang ada di dalamnya. Tetapi jika cairan mengandung darah atau nanah hal ini menunjukan adanya cedera, infeksi atau kemungkinan kanker.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY