Penanganan Penyakit Dermatitis Pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Remaja bisa menjadi kurang percaya diri karena tampilan kulitnya yang rusak akibat dermatitis. Dermatitis merujuk pada peradangan kulit. Secara umum, tiga bentuk utama dermatitis adalah dermatitis kontak, dermatitis atopik (eksim), dan dermatitis seboroik. Orang-orang yang memiliki kulit tipis atau kering cenderung lebih rentan menderita dermatitis. Belum diketahui secara pasti penyebab masalah kulit ini. Namun, para ahli meyakini bahwa ada perbedaan respon sistem daya tahan tubuh seseorang terhadap hal-hal di sekitarnya. Alergi kulit berkaitan dengan beberapa bentuk dermatitis, Selain itu, dermatitis juga dikaitkan dengan faktor genetik.

Gejala dermatitis termasuk peradangan, pembengkakan, gatal, sensasi terbakar dan kemerahan, di mana kulit dapat menjadi lecet, berkerak dan bersisik. Ketika anak remaja Anda mengeluhkan masalah kulit seperti dermatitis, teknik perawatan rumah berikut ini dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat gejala yang muncul, yaitu:

  • Penggunaan produk antiradang atau antigatal. Krim hidrokortison atau calamine lotion yang banyak tersedia di apotek dapat membantu meredakan peradangan dan gatal-gatal untuk sementara. Antihistamin oral, seperti diphenhydramine (Benadryl), dapat digunakan untuk meredakan rasa gatal yang parah.
  • Hindari menggosok atau menggaruk kulit. Menutup area kulit yang terkena dengan perban dan pembalut dapat membantu melindungi kulit agar terkena garukan. Selain itu, potong kuku dan kenakanlah sarung tangan ketika tidur di malam hari.
  • Mandi air hangat. Rendamkan tubuh selama 5 sampai 10 menit di dalam bak air hangat, keringkan, dan oleskan
  • Kenakan pakaian longgar dan berbahan katun. Pakaian longgar berbahan katun dapat membantu mencegah iritasi kulit lebih lanjut yang bisa terjadi akibat gesekan antara kulit dan kain.
  • Pilih deterjen yang ringan. Karena pakaian, seprai dan handuk menyentuh kulit, pilihlah produk deterjen yang tidak diberi wewangian dan hindari juga penggunaan pelembut kain.
  • Penggunaan pelembab kulit. Menggunakan pelembab kulit secara rutin dapat mengurangi keparahan dermatitis atopik atau eksim. Untuk eksim ringan, pelembab dapat menjadi bentuk utama pengobatan.
  • Hindari iritan. Untuk dermatitis kontak, sebisa mungkin hindari kontak dengan zat yang dapat memicu iritasi pada kulit.
  • Kendalikan stres. Stres emosional dapat menyebabkan kekambuhan beberapa jenis dermatitis. Pada anak dan remaja, mengajaknya liburan bersama keluarga dan mendukung anak untuk melakukan hobi atau aktivitas yang mereka sukai dapat membantu mengatasi kejenuhan dan mengurangi stres yang seringkali dipicu oleh tugas sekolah yang menumpuk.

Bila perawatan rumah tersebut tidak membantu, tentunya lebih baik bila segera diperiksakan ke dokter agar diketahui penyebabnya dan bagaimana penanganannya. Meskipun tidak membahayakan jiwa, dermatitis tetap memerlukan penanganan medis, terutama bila:

  • Gejala yang muncul mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari (seperti rasa gatal yang luar biasa)
  • Kulit menjadi terasa nyeri
  • Kulit menjadi infeksi dan lecet karena sering digaruk

Dokter akan membuat diagnosis berdasarkan tanda dan gejala kulit yang muncul serta melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikannya. Secara medis, pengobatan untuk dermatitis bervariasi, tergantung pada penyebab dan seberapa parah kondisinya. Selain rekomendasi perubahan gaya hidup dan teknik pengobatan rumah seperti di atas, landasan dari kebanyakan rencana pengobatan dermatitis mencakup satu atau lebih dari hal berikut:

  • Penggunaan krim kortikosteroid
  • Penggunaan krim atau lotion yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh tertentu (calcineurin inhibitor)
  • Pemaparan cahaya (alami atau buatan) dalam kadar tertentu pada daerah yang terkena (fototerapi)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY