Penanganan Pubertas Dini pada Anak Remja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pubertas adalah masa transisi di mana seorang anak secara bertahap berkembang secara fisik dan emosional menjadi orang dewasa muda. Biasanya pubertas dimulai setelah usia 8 tahun untuk anak perempuan dan 9 tahun untuk anak laki-laki. Pubertas yang timbul lebih awal tidak hanya ditandai dengan pertumbuhan tubuh yang besar dan lebih cepat tinggi, tapi tulang juga akan cepat menutup. Bila seorang remaja mengalami pubertas dini, awalnya pertumbuhan badannya akan lebih tinggi, tapi karena tulangnya menutup lebih cepat maka tubuhnya pada akhirnya akan menjadi lebih pendek dari anak lain yang mengalami pubertas normal.

Tidak hanya secara psikologi dan pertumbuhan badan, pubertas dini juga dapat meningkatkan resiko kanker dan tumor di kemudian hari. Pada anak perempuan dapat memicu kanker payudara. Pubertas dini meningkatkan resiko kanker dan tumor karena tingkat hormon estrogen, progesteron (pada wanita) dan testosteron (pada pria) dapat memicu beberapa tumor menjadi ganas.

Pengobatan untuk pubertas dini diutamakan agar anak tumbuh secara normal hingga dewasa, terutama dalam hal tinggi badan. Mengobati pubertas dini dapat dilakukan dengan mencari tahu terlebih dahulu apa yang menjadi penyebabnya. Pubertas dini berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi dua, yaitu Pubertas prekoks sentral, melibatkan semua hormon di otak. Pubertas prekoks perifer, hanya melibatkan tempat tertentu, biasanya karena tumor.

Untuk pubertas dini yang disebabkan kondisi medis, maka penanganan yang diutamakan adalah mengatasi masalah medis yang ada agar proses pubertas terhenti. Contohnya, proses pubertas yang disebabkan tumor kemungkinan besar akan berhenti setelah dilakukan tindakan operasi pengangkatan tumor tersebut.

Kebanyakan anak dengan pubertas prekoks sentral (tidak ada kondisi medis yang mendasarinya), dapat diobati secara efektif dengan obat-obatan. Anak akan terus menerima pengobatan ini sampai ia mencapai usia pubertas normal. Begitu ia berhenti menggunakan obat, proses pubertasnya akan mulai kembali.

Penanganan secara psikologis perlu dilakukan untuk mencegah anak selalu memikirkan perkembangan seksualnya atau menjadi rendah diri dan kurang percaya diri.  Anak-anak yang mulai pubertas di usia dini mungkin merasa berbeda dari rekan-rekan mereka, yang akhirnya dapat menimbulkan masalah sosial dan emosional seperti kepercayaan diri yang rendah, depresi, dan penyalahgunaan zat. Konseling psikologis dapat membantu keluarga untuk lebih memahami dan menangani emosi, masalah, dan tantangan yang menyertai pubertas prekoks. Untuk menciptakan lingkungan yang mendukung, orangtua perlu menahan diri untuk tidak berfokus pada penampilan tetapi lebih banyak memberikan pujian untuk prestasi-prestasinya dan mendukung partisipasi anak Anda dalam kegiatan-kegiatan yang positif.

Beberapa faktor risiko pubertas prekoks, seperti jenis kelamin dan ras memang tidak dapat dihindari. Tetapi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan anak terkena pubertas prekoks, yaitu menjaga anak jauh dari sumber eksternal estrogen dan testosteron, seperti obat resep untuk orang dewasa di rumah atau suplemen makanan yang mengandung estrogen atau testosterone. Mendorong anak untuk menjaga berat badan yang sehat. (KKM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here