Penanganan Radang Amandel

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Amandel atau tonsil adalah dua massa jaringan limfatik (sistem kekebalan tubuh) yang terletak di bagian belakang tenggorokan. Selain bertindak sebagai filter yang menjebak kuman yang akan masuk ke saluran napas, amandel juga menghasilkan antibodi yang membantu tubuh melawan infeksi pernapasan.

Saat lahir, amandel berukuran kecil dan secara bertahap akan bertambah besar hingga usia 8 atau 9 tahun. Namun amandel akan kembali menyusut pada usia 11 atau 12 tahun tetapi tidak hilang sepenuhnya. Ketika amandel atau tonsil ini terinfeksi, maka terjadilah radang amandel.

Radang amandel dikenal dalam dunia medis dengan istilah tonsilitis atau radang tonsil yaitu penyakit tenggorokan disebabkan oleh terinfeksinya amandel. Umumnya radang amandel terjadi pada anak-anak usia 5 hingga 15 tahun, namun banyak dialami oleh anak usia antara 3 hingga 7 tahun.

Pengobatan untuk radang amandel tergantung dari penyebabnya yang ditentukan oleh tes rapid strep atau throat swab culture. Kedua tes dilakukan dengan cara mengambil sampel pada bagian belakang tenggorokan (amandel) dengan kapas lembut. Selanjutnya laboratorium akan menentukan penyebabnya.

Jika tes menunjukkan radang amandel disebabkan oleh bakteri, pengobatan dilakukan menggunakan antibiotik. Antibiotik bisa diberikan dalam satu kali shoot atau 10 hari melalui mulut. Meskipun gejala radang amandel kemungkinan akan membaik dalam dua atau tiga hari setelah pengobatan dengan antibiotik, penting untuk menghabiskan semua obat yang diresepkan dokter untuk memastikan bakteri itu benar-benar hilang. Bahkan pada beberapa orang harus menebus resep kedua untuk mengobati radang amandel.

Operasi pengangkatan amandel, atau disebut juga sebagai tonsilektomi, biasanya akan direkomendasikan dokter jika pasien mengalami tiga kondisi.

Pertama adalah jika gejala radang amandel pasien sudah makin parah sehingga mereka benar-benar kesulitan untuk makan, tidur, atau bernapas.

Kedua adalah jika pasien menderita radang amandel yang disebabkan oleh bakteri namun sudah tidak bisa ditangani dengan antibiotik,

Ketiga adalah jika pasien menderita tonsilitis kronis atau tonsilitis yang kerap kambuh.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY