Penanganan Remaja Pengidap Bipolar

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menurut Dokter Nurmiati Amir, SpKJ(K), Wakil Ketua Sie Bipolar dan Gangguan Mood lainnya PDSKJI, gangguan bipolar umumnya menyerang seseorang di akhir masa remaja atau ketika memasuki masa dewasa, yaitu sebelum usia 25 tahun. Jenis kelamin wanita lebih rentan mengalami masalah ini daripada laki-laki. Hal tersebut disebabkan gangguan bipolar sangat terkait erat dengan hormonal. Terutama hormon estrogen. Gangguan mood pada wanita biasanya terjadi saat haid atau sebelum haid, ketika hamil, dan pasca-melahirkan. Itulah mengapa wanita lebih banyak mengalami gangguan bipolar.

Bipolar disorder adalah jenis penyakit psikologi, ditandai dengan perubahan mood (alam perasaan) yang sangat ekstrim berupa depresi dan mania. Pengambilan istilah bipolar disorder mengacu pada suasana hati penderita yang dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) ekstrim. Gangguan bipolar adalah gangguan pada perasaan seseorang akibat masalah di otak yang ditandai dengan perpindahan mood, pikiran, dan perubahan perilaku. Penderita mengalami perubahan mood yang dramatis, dari episode manic dan episode depresi selama periode waktu tertentu. Episode manic ditandai dengan kondisi mood yang sangat meningkat (hipertimik) atau irritable (mudah marah dan tersinggung), episode depresi ditandai dengan mood yang sangat menurun (hipotimik). Di antara kedua episode mood tersebut terdapat masa mood yang normal (eutimik).

Munculnya bipolar dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti: faktor biologis, faktor kepribadian, faktor pola asuh dan lingkungan, serta faktor stresful di lingkungan dapat menjadi pemicu dari munculnya gangguan ini.

Bipolar disorder dapat terlihat sangat berbeda-pada orang yang berbeda. Gejala bervariasi dalam pola mereka, keparahan, dan frekuensi. Beberapa orang lebih rentan terhadap baik mania atau depresi, sementara yang lain bergantian sama antara dua jenis episode. Beberapa gangguan mood sering, sementara yang lain hanya mengalami sedikit selama seumur hidup.

Gangguan ini memiliki empat jenis mood episode, diantaranya episode mania, hypomania, depresi, dan episode campuran. Setiap jenis mood episode bipolar disorder memiliki gejala yang unik.

Jika Anda adalah remaja yang mengidap Bipolar untuk mengelola penyakit ini agar tidak membahayakan diri Anda, karena kebanyakan penderita penyakit ini pernah melakukan percobaan bunuh diri. Maka Anda harus mengelola bipolar disorder, Anda harus membuat pilihan cerdas. Gaya hidup Anda dan kebiasaan sehari-hari memiliki dampak yang signifikan terhadap suasana hati Anda. Berikut adalah cara-cara penanganan yang dapat Anda lakukan untuk menangani bipolar:

  • Dapatkan pendidikan tentang cara mengatasi gangguan. Pelajari sebanyak yang Anda bisa tentang bipolar. Semakin banyak Anda tahu, semakin baik Anda akan berada dalam membantu pemulihan Anda sendiri.
  • Jauhkan stress. Hindari stres tinggi dengan menjaga situasi keseimbangan antara pekerjaan dan hidup sehat, dan mencoba teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam.
  • Mencari dukungan. Sangat penting untuk memiliki orang yang dapat Anda berpaling untuk meminta bantuan dan dorongan. Cobalah bergabung dengan kelompok pendukung atau berbicara dengan teman yang dipercaya.
  • Buatlah pilihan yang sehat. Sehat tidur, makan, dan berolahraga kebiasaan dapat membantu menstabilkan suasana hati Anda. Menjaga jadwal tidur yang teratur sangat penting.
  • Monitor suasana hati Anda. Melacak gejala Anda dan perhatikan tanda-tanda bahwa suasana hati Anda berayun di luar kendali sehingga Anda dapat menghentikan masalah sebelum dimulai.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY