Penanganan Rhinitis pada Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Rhinitis adalah peradangan dan iritasi yang terjadi di membran mukosa di dalam hidung. Secara garis besar rhinitis dibagi menjadi dua, yaitu rhinitis alergi dan rhinitis nonalergi. Walaupun rinitis alergi bisa mengenai semua umur namun paling sering terjadi pada usia remaja atau dewasa muda.

Bagi Anda yang wanita dan sudah terkena Rhinitis bisa melakukan penanganan di rumah, jika gejala yang dialami tidak terlalu parah penanganan bisa dilakukan dengan obat-obatan yang dijual secara bebas, seperti dekongestan dan antihistamin. Antihistamin berguna untuk meredakan gejala-gejala alergi, seperti hidung tersumbat atau berair dan bersin-bersin. Selain menggunakan cara-cara sebelumnya, berikut ini adalah beberapa penanganan lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi Rhinitis.

Menggunakan obat-obatan adalah salah satu penanganan yang dapat Anda lakukan untuk meredakan gejala yang umum terjadi pada Rhinitis, namun obat-obatan ini tidak bisa digunakan untuk menyembuhkan alergi, obat digunakan untuk mengurangi gejala yang timbul saja. Penggunaan obat harus segera dihentikan jika gejala telah membaik. Jika setelah dua pekan menggunakan obat namun tidak ada reaksi, segera temui dokter.

  • Dekongestan hidung. Obat ini bisa digunakan untuk membantu meredakan hidung tersumbat, namun tidak boleh digunakan lebih dari enam hari karena bisa memperparah tersumbatnya hidung Anda. Dekongestan hidung tersedia dalam bentuk kapsul, obat cair, obat semprot hidung, tablet, dan kebanyakan dijual secara bebas. Jika Anda sedang mengonsumsi obat monoamine oxidase inhibitor (MAOI) untuk mengatasi depresi, dilarang untuk menggunakan dekongestan hidung.
  • Antihistamin. Histamin yang dilepaskan oleh tubuh saat alergi dapat dihambat oleh antihistamin yang tersedia dalam bentuk tablet dan umumnya dijual secara bebas di apotek. Perhatikan cara pemakaian karena terkadang antihistamin dapat menyebabkan kantuk.
  • Kortikosteroid. Obat ini memiliki efek yang lebih bertahan lama dibandingkan antihistamin, namun lebih lama untuk bereaksi. Kortikosteroid dapat membantu meredakan pembengkakan dan peradangan.

Penanganan tambahan dibutuhkan jika gejala Rhinitis tidak kunjung membaik, jika telah melakukan penanganan tambahan namun belum ada respons juga, temui dokter spesialis untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Berikut ini adalah beberapa perawatan tambahan yang mungkin akan disarankan oleh dokter:

  • Menambahkan obat semprot hidung dekongestan untuk jangka pendek pada pengobatan.
  • Mengombinasikan obat semprot hidung dengan tablet antihistamin dan dekongestan.
  • Menggunakan pengobatan yang menghambat efek zat kimia yang dilepaskan saat reaksi alergi, yaitu antagonis reseptor leukotriene .
  • Meningkatkan dosis obat semprot kortikosteroid.
  • Menggunakan obat semprot ipratropium yang membantu meredakan ingus berlebih.
  • Membersihkan Saluran Hidung. Membersihkan saluran hidung dapat membantu menjaga agar hidung bebas dari penyebab iritasi, Anda bisa membersihkan saluran hidung secara rutin dengan larutan air garam yang bisa dibuat sendiri atau menggunakan produk yang bisa dibeli di apotek. Sejumlah larutan mungkin akan melalui belakang hidung dan masuk ke tenggorokan. Anda tidak perlu cemas jika menelan larutan tersebut karena tidak berbahaya, namun usahakan untuk mengeluarkannya sebanyak mungkin.
  • Imunoterapi (Suntik Alergi). Imunoterapi biasanya dilakukan jika pengobatan lainnya kurang efektif atau menyebabkan efek samping. Imunoterapi dilakukan dengan cara menyuntikkan alergen pada bagian lengan atas secara bertahap. Tujuannya adalah untuk mengenalkan dan membiasakan tubuh pada alergen. Dengan demikian, tubuh tidak akan bergantung pada obat untuk meredakan alergi. Imunoterapi memiliki risiko yang bisa menyebabkan reaksi alergi serius, itu sebabnya terapi ini harus dilakukan di bawah pengawasan dokter spesialis yang terlatih. Imunoterapi juga bisa membantu mencegah perkembangan asma pada anak-anak.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY