Penanganan Setelah Penis Disunat

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sunat merupakan suatu prosedur operasi ringan yang bertujuan untuk membuang lapisan kulit yang menutupi ujung penis yang disebut dengan kulup atau preputium atau foreskin. Istilah lain sunat di Indonesia disebut dengan khitan yang biasanya dilakukan pada pria.

Namun ada beberapa daerah di Indonesia istilah sunat dilakukan pada anak perempuan. Sunat atau khitan dalam agama islam merupakan suatu hal yang memang harus dilakukan pada pria, namun seiring berkembangannya ilmu pengetahuan, sunat telah banyak dilakukan oleh umat agama non islam dengan alasan kesehatan.

Sunat memiliki banyak manfaatnya seperti menurunkan infeksi saluran kemih dan penyakit menular, mencegah terjadinya phimosis, mencegah terjadinya kanker penis dan lain-lain. Sunat memang bukan suatu tindakan operasi yang besar, akan tetapi setelah selesai sunat tentu penanganan dan perawatannya menjadi tanggung jawab keluarga. Penanganan utama setelah sunat yaitu menjaga kebersihan dan memperhatikan hal-hal berikut ini :

  • Belum bisa BAK selama lebih dari 12 jam setelah selesai proses disunat.
  • Adanya perdarahan dalam jumlah yang banyak dan waktu yang lama.
  • Terjadinya demam setelah disunat
  • Munculnya tanda-tanda infeksi di hari ketiga sampai kelima, seperti: bengkak, adanya jaringan hitam diarea penis, kemerahan, keluarnya nanah atau cairan berwarna kuning.
  • Kurangnya nafsu makan

Setelah disunat tentu akan ada luka pada kulit atau jaringan dibawah kulit yang menimbulkan peradangan dibagian tersebut akibat respon normal tubuh untuk regenerasi jaringan di daerah yang mengalami luka. Apabila anak mengalami hal tersebut maka akan muncul tanda gejala berupa rasa nyeri, demam, kemerahan dan bengkak.

Pada umumnya peradangan yang terjadi pada luka tersebut akan sembuh dalam waktu 7–10 hari, akan tetapi waktu tersebut dapat menjadi lebih lama sesuai dengan luasnya area luka. Apabila luka sunat dan peradangan tersebut tidak kunjung sembuh maka anda harus mewaspadainya dan segera ambil tindakan untuk menangani hal tersebut dengan membawa anak ke dokter agar anak dapat segera diatasi.

Untuk mencegah terjadinya peradangan yang dapat beresiko terjadinya infeksi maka anda harus melakukan 2 hal penting yaitu merawat dan menjaga kebersihan (terutama kebersihan diarea penis). Berikut ini beberapa hal yang perlu anda lakukan yaitu :

  1. Merawat luka sunat

Untuk merawat luka sunat anda dapat melakukannya dengan cara mengoleskan petroleum jelly di ujung penis, memotivasi anak untuk tidak takut untuk melakukan BAB dan BAK, menyuruh anak menggunakan celana sunat, memberikan nutrisi yang baik terutama makanan yang mengandung protein agar luka sunat cepat sembuh, dan lain-lain.

  1. Mebjaga kebersihan

Menurut dr Ponco Birowo SpU, PhD menyatakan bahwa apabila luka sunat disertai dengan balutan sebaiknya balutan luka tersebut tidak basah dan lembab bila perlu ditutup dengan plastik khusus, selebihnya anak bisa mandi dan membersihkan area disekitar penis untuk mencegah pertumbuhan kuman dan bakteri. (KMY)


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here