Penanganan Thalasemia pada Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pernahkan Anda melihat orang yang memerlukan transfusi darah secara teratur? Jika iya, kemungkinan orang tersebut menderita thalaesemia, yaitu kelainan darah bawaan yang ditandai kadar sel darah merah di bawah normal. Penyakit ini disebabkan oleh mutasi pada DNA dari sel-sel yang membuat hemoglobin. Jika seseorang memiliki orangtua yang memiliki thalassemia, maka ia juga berisiko lebih tinggi menderita thalassemia. Pada wanita, thalassemia dapat menurunkan kesuburan, dan bila berhasil hamil, maka ia mungkin harus menjalani perawatan khusus. Lantas, bisakah thalassemia disembuhkan?

Gejala yang menandakan thalassemia antara lain kelelahan, selalu tampak pucat, kulit kuning (jaundice), kelainan tulang wajah, pembengkakan perut, urin berwarna gelap, dan pertumbuhan yang lambat. Beberapa bayi menunjukkan tanda-tanda thalassemia saat lahir, sementara pada beberapa bayi lainnya mungkin baru terlihat di dua tahun pertama kehidupan. Namun, terkadang thalassemia juga tidak menimbulkan gejala apa pun. Pasalnya, thalassemia juga diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis yang berbeda.

Pengobatan thalassemia pun akan tergantung pada jenis dan keparahannya. Jenis thalassemia tergantung pada jumlah mutasi gen yang diwarisi dan bagian mana dari molekul hemoglobin yang dipengaruhi. Semakin banyak gen yang lebih bermutasi, maka akan semakin parah thalassemia dialami. Jenis-jenis thalasemis meliputi:

  • Alpha-thalassemia: 1 gen yang bermutasi tidak menimbulkan gejala, 2 gen menimbulkan gejala ringan (alpha-thalassemia minor), 3 gen menimbulkan gejala sedang hingga parah (penyakit hemoglobin H), dan 4 gen dapat menyebabkan bayi meninggal dalam kandungan atau meninggal setelah beberapa saat dilahirkan (alpha-thalassemia major).
  • Beta-thalassemia: 1 gen yang bermutasi menyebabkan gejala ringan (beta-thalassemia minor), dan 2 gen bisa menyebabkan gejala sedang hingga parah (beta-thalassemia atau disebut juga Cooley’s anemia).

Transfusi darah memang menjadi pengobatan yang diandalkan untuk thalassemia. Seberapa sering kebutuhan transfusi darah disesuaikan dengan keparahan kondisi yang dialami. Pasalnya, terlalu sering transfusi darah dapat menyebabkan penumpukan zat besi. Penderita thalassemia minor dengan gejala ringan sesekali memerlukan transfusi darah, terutama setelah menjalani prosedur operasi atau setelah melahirkan. Sedangkan penderita thalassaemia major memerlukan transfuse darah lebih sering, disertai konsumsi obat untuk menghilangkan kelebihan zat besi, yaitu deferasirox (Exjade).

Selain transfusi darah, transplantasi sel induk dapat digunakan untuk mengobati thalassemia parah secara permanen. Sebelum prosedur ini dilakukan, Anda akan menerima obat atau radiasi dosis tinggi untuk menghancurkan sumsum tulang yang terpengaruh thalassemia. Kemudian Anda menerima infusi sel induk dari donor yang cocok. Sayangnya, metode ini berisiko mengancam jiwa sehingga hanya dilakukan untuk mengobati thalassemia yang sangat parah yang juga telah memilik donor yang cocok, umumnya saudara kandung.

Karena transplantasi sel sangat berisiko dan menemukan donor juga tak mudah, maka yang bisa dilakukan hanya dengan mengendalikannya. Pada wanita hamil dengan thalassemia, pemeriksaan kehamilan umumnya sama seperti pada kehamilan normal. Namun, pemantauannya lebih intensif, seperti dilakukannya tes skrining guna mengetahui kemungkinan janin mewarisi thalassemia.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY