Pencegahan Hamil Kosong (Blighted Ovum)

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ada berbagai kondisi yang menyebabkan keguguran. Salah satunya kehamilan kosong. Nyatanya, wanita bisa merasa hamil tapi tanpa ada embrio di rahimnya. Kondisi ini disebut secara medis disebut blighted ovum. Pada dasarnya, telur yang dibuahi menempel pada dinding rahim, namun embrio tidak berkembang. Penyebabnya belum diketehui secara pasti, tetapi diyakini karena adanya kelainan kromosom pada sel telur yang dibuahi.

Blighted ovum terjadi di awal trimester pertama antara 9-13 minggu usia kehamilan, sering sebelum seorang wanita mengetahui bahwa dirinya sedang hamil. Tes kehamilan akan menunjukkan hasil yang positif karena embrio tetap memicu pelepasan hormon kehamilan yang disebut human chorionic gonadotropin (HCG), sampai embrio berhenti berkembang dan gagal berimplantasi. Anda pun akan mengalami tanda-tanda layaknya kehamilan normal, sepeti nyeri payudara, mual dan muntah. Tapi, ketika embrio berhenti tumbuh dan kadar hormon menurun, gejala kehamilan pun turut mereda. Ketika ini sudah terjadi, kram perut ringan, keluarnya flek atau bercak darah, bahkan pendarahan pun dapat terjadi.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan ke dokter. Dokter biasanya akan memeriksa kadar hCG guna memastikan adanya kehamilan. Selain itu, dokter juga akan melakukan USG untuk mengidentifikasi apakah kantong kehamilan yang telah terbentuk berisi embrio atau tidak. Jika tidak ditemukan adanya embrio, dan dokter pun mendiagnosis secara pasti bahwa Anda memiliki blighted ovum, umumnya Anda diberikan pilihan untuk menunggu keguguran secara alami atau menjalani dilatasi dan kuretase atau yang biasa disebut kuret, atau obat-obatan sebagai pilihan lain selain prosedur bedah.

Kebanyakan dokter tidak merekomendasikan kuret jika keguguran terjadi pada usia kehamilan yang masih dini. Mereka percaya bahwa tubuh wanita dapat mengelurakan jaringan dengan sendirinya dan tidak ada kebutuhan untuk prosedur bedah invasif yang berisiko komplikasi. Namun, kuret bisa menjadi pilihan bijak jika Anda ingin melakukan pemeriksaan jaringan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab pasti terjadinya keguguran. Kuret juga menjadi pilihan terbaik jika dokter menganggap Anda memiliki masalah yang membuat Anda tidak aman untuk menunggu keguguran alami, seperti karena mengalami perdarahan atau tanda-tanda infeksi yang signifikan. Di sisi lain, beberapa wanita mengganggap kuret membuat keguguran meninggalkan dampak yang lebih traumatis.

Kabar baiknya, wanita yang pernah memiliki blighted ovum masih berpeluang menjalani kehamilan yang sehat di kehamilan berikutnya. Para ahli kesuburan pun berpendapat bahwa satu kali keguguran tidak selalu menandakan bahwa ada sesuatu yang salah dengan Anda atau pasangan. Selain itu, blighted ovum juga biasanya hanya terjadi satu kali, dan sangat jarang seorang wanita mengalaminya lebih dari sekali.

Namun, karena tidak ada cara pasti untuk mencegah terjadinya blighted ovum, Anda dan pasangan disarankan untuk melakukan tes genetik guna mendeteksi adanya kelainan yang berisiko mengakibatkan keguguran di kehamilan berikutnya. Selain itu, saling menjaga kesehatan Anda dan pasangan menerapkan pola hidup sehat dan bersih juga dapat menjadi pencegahan awal blighted ovum ataupun masalah kehamilan lainnya.

Untuk kehamilan berikutnya, sejumlah ahli juga menyarankan untuk menunggu sampai Anda mengalami 1-3 menstruasi yang umumnya mulai terjadi dalam 4-6 minggu setelah keguguran atau kuret. Namun, siap secara fisik tak selalu bersamaan dengan siap secara mental. Setiap wanita memiliki cara tersendiri untuk memulihkan mental dan emosinya pasca keguguran. Bahkan, beberapa wanita memerlukan waktu yang lebih lama hingga berkeinginan untuk hamil lagi.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY