Pencegahan dan Pengobatan Anemia Kekurangan Zat Besi pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kekurangan zat besi pada bayi dan anak dapat menyebabkan anemia kekurangan zat besi, dan ini dapat membuat tumbuh kembang anak menjadi tidak optimal. Ini karena zat besi menunjang berbagai fungsi dan kerja sistem tubuh. Sayangnya, gejala kekurangan zat besi pada bayi dan anak biasanya baru muncul ketika cadangan zat besi sangat sedikit dan tubuh mengalami anemia. Gejala anemia yang muncul tersebut antara lain kelelahan, kulit pucat, pusing, kurang nafsu makan, serta tangan dan kaki terasa dingin. Bayi Anda pun mungkin menjadi gampang rewel. Jika gejala-gejala tersebut muncul, segera bawa bayi dan anak Anda ke dokter agar segera diketahui penyebab pastinya dan diberi penanganan yang tepat.

Bayi dan anak yang mengalami anemia kekurangan zat besi biasanya disarankan untuk mengubah pola makan dan minum suplemen zat besi untuk menormalkan kembali kadar zat besi dalam tubuhnya. Suplemen zat besi harus diminum ketika perut kosong atau bisa juga dibarengi sedikit makanan. Selain itu, hindari memberikan suplemen zat besi pada anak diserta susu atau minuman berkafein karena hal itu dapat membuat penyerapannya tidak optimal. Tidak dibenarkan untuk memberikan suplemen zat besi pada anak tanpa konsultasi dengan dokter. Pasalnya, zat besi dosis tinggi dapat memicu keracunan.

Dalam satu atau dua hari, anak seharusnya sudah mulai menunjukkan tanda-tanda membaik, seperti nafsu makan yang lebih lahap. Suplemen zat besi biasanya memberikan hasil yang maksimal dalam waktu 3-6 bulan. Jika pemberian suplemen tampak tak menunjukkan hasil yang berarti, kemungkinan tubuh anak kurang mampu menyerap zat besi dengan maksimal. Dalam kasus ini, dokter mungkin akan melakukan tes darah untuk melihat seberapa banyak peningkatan zat besi yang terjadi. Jika anak memiliki anemia kekurangan zat besi yang parah, mungkin diperlukan transfusi darah atau pengobatan khusus dari spesialis.

Jika anak telah sembuh dari anemia kekurangan zat besi yang dideritanya, maka penting untuk melakukan pencegahan agar masalah tersebut tidak terulang lagi. Pencegahan anemia kekurangan zat besi pada bayi dan anak dapat dilakukan dengan cara:

  • Bayi yang berusia kurang dari 1 tahun harus minum ASI atau susu formula yang memiliki kandungan zat besi.
  • Jangan beri anak lebih dari 3 gelas susu sehari.

Pastikan dalam pola makan sehari-harinya, anak mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti daging, ayam, hati, salmon, tuna, kuning telur, sayuran berdaun hijau, kismis, dan kacang-kacangan. Agar penyerapannya optimal, sajikan makanan kaya zat besi dengan makanan kaya vitamin C, seperti tomat, brokoli, jus jeruk, dan stroberi. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here