Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Autoimun

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penyakit autoimun memang salah satu jenis penyakit berbahaya. Bagaimana tidak jika jenisnya saja bisa mencapai kurang lebih 80 jenis. Beberapa jenis penyakit autoimun yang bisa dijumpai di Indonesia yaitu Diabetes tipe 1, rheumatoid arthritis, psoriasis, grave’s disease, lupus, vitiligo, scleroderma, dan lain-lain.

Sungguh mengkhawatirkan bukan jika dari 80 jenis tersebut salah satunya menyerang kita maka sangat bahaya. Oleh karena itu, agar terhindar dari penyakit autoimun kita harus mengetahui pencegahan penyakit autoimun terlebih dahulu.

Pencegahan penyakit autoimun

“Mencegah lebih baik daripada mengobati” wacana tersebut memang benar adanya. Lebih baik sebelum terkena penyakit dicegah terlebih dahulu daripada sudah terkena suatu penyakit maka mengobatinya akan lebih susah. Cara mencegah khususnya penyakit autoimun yaitu dengan menjaga agar sistem imunitas tubuh selalu baik atau anda perlu meningkatkan kesehatan sistem imunitas tubuh. Untuk meningkatkan sistem imunitas anda perlu menjaga gaya hidup yang aktif, olahraga walaupun hanya dengan jalan santai atau jenis olahraga ringan lainnya, menjaga asupan makanan dengan gizi seimbanga atau jika perlu cukupi nutrisi tubuh dengan mengonsumsi vitamin.

Pengobatan penyakit autoimun

Jika anda sudah terlanjur terserang penyakit autoimun maka jalan yang harus ditempuh adalah dengan melakukan pengobatan. Pengobatan pada penyakit autoimun secara umum yaitu:

  1. Obat antiinflamasi

Pemberian obat anti inflamasi ini bertujuan untuk mengurangi peradangan dan nyeri yang terjadi.

  1. Kortikosteroid

Kortikosteroid yang diberikan kepada penderita penyakit autoimun bertujuan untuk mengurangi peradangan dan menekan sistem imun. Obat kortikosteroid yang umum digunakan meliputi prednison.

  1. Obat imunosupresan

Obat imunosupresan ini untuk menghambat aktivitas sistem kekebalan tubuh. Obat imunosupresan yang bisa digunakan seperti azathioprine, chlorambucil, cyclophosphamide, cyclosporine, mycophenolate, dan methotrexate. Obat tersebut diminum secara oral.

  1. Terapi fisik

Selain pengobatan dengan obat-obatan kimia, terapi fisik juga dibutuhkan agar berguna mendorong mobilitas penderita penyakit autoimun tersebut.

  1. Terapi sulih

Terapi sulih sebagai contohnya yaitu terapin suntik insulin yang secara rutin dan dosis tertentu pada penderita penyakit autoimun jenis diabetes melitus.

  1. Operasi

Jika obat-obatan atau terapi lain sudah tidak ampuh dan memerlukan tindakan lain. Maka akan dilakukan tindakan pembedahan atau operasi. Contohnya operasi untuk mengobati penyumbatan usus pada kasus penyakit chron.

Itulah bagaimana cara untuk mencegah dan mengobati penyakit autoimun. Semoga dengan mengetahui cara mencegah dan mengobatinya kita semua dapat terhindar dari penyakit autoimun. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here