Pencegahan Dislokasi atau Pergeseran Sendi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sendi memegang peranan penting dalam menunjang gerak dan aktivitas sehari-hari. Karena situasi tertentu, sendi bisa mengalami dislokasi. Dislokasi sendi atau pergeseran sendi dapat terjadi pada setiap sendi di tubuh, termasuk lutut, pinggul, pergelangan kaki, dan bahu. Karena sendi tidak berada pada posisi normalnya, dislokasi sendi memerlukan penanganan medis segera dan bila dibiarkan dapat menyebabkan kerusakan ligamen, saraf, atau pembuluh darah.

Dislokasi sendi dapat terjadi ketika olahraga kontak, seperti sepak bola, hoki, senam, dan voli. Bisa juga karena kecelaan berkendara. Karenanya, siapapun mengalami dislokasi sendi jika terjatuh atau mengalami trauma. Namun, orang tua menjadi lebih berisiko karena kemampuan mobilitas yang menurun sehingga mereka mudah jatuh. Anak-anak juga berisiko mengalami dislokasi sendi ketika bermain tanpa pengawasan.

Dalam kebanyakan kasus, dislokasi sendi ditandai dengan area yang bengkak atau terlihat memar. Gejala lain yang menyertainya antara lain susah bergerak, nyeri ketika bergerak, mati rasa di area yang terkena, dan sensasi kesemutan.

Otot, ligamen dan tendon yang memperkuat sendi bisa robek ketika sendi tidak pada posisi semestinya. Saraf dan pembuluh darah di sekitar sendi pun bisa mengalami kerusakan dan memerlukan pembedahan untuk menanganinya. Hal ini membuat Anda lebih rentan mengalami dislokasi sendi berulang dan meningkatkan risiko arthritis. Sebelum itu terjadi, dislokasi sendi bisa dicegah.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu mencegah dislokasi sendi:

  • Ajarkan anak untuk berperilaku aman. Misalnya, berpegangan saat akan naik dan turun tangga.
  • Sebisa mungkin hindari jatuh. Pastikan rumah diberi perlindungan atau alat bantu yang dapat membantu anak-anak dan orang tua terhindar dari jatuh.
  • Awasi anak-anak ketika bermain, terutama ketika ia bermain aktif melakukan berbagai kontak.
  • Memakai alat pelindung atau pakaian yang sesuai ketika melakukan
  • Konsumsi makanan penguat sendi, diantaranya makanan kaya kalsium dan protein, seperti brokoli, kedelai, jeruk, susu, dan yoghurt. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter jika Anda berkeinginan mengonsumsi suplemen penguat sendi.
  • Bergerak aktif setiap hari penting untuk menjaga fleksibilitas sendi. Makin banyak bergerak, sendi menjadi makin lentur dan kuat.
  • Sebelum berolahraga, jangan lewatkan pemanasan. Ini penting guna mencegah cedera. Anda dapat melakukan gerakan-gerakan peregangan ringan.

Untuk menghindari dislokasi sendi berulang, rajinlah melakukan olahraga yang berfokus pada kekuatan dan stabilitas. Anda dapat meminta saran dokter untuk menemukan jenis olahraga yang cocok sesuai dengan kondisi Anda. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here