Pencegahan Hematospermia

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kaum pria sangat wajib untuk menjaga kesehatan alat vitalnya, karena tidak jarang banyak pria mengalami gangguan pada alat vitalnya. Selain itu kondisi tubuh yang tidak dijaga akan mempengaruhi kondisi alat vital juga, gangguan pada alat vital bisa terjadi dalam bentuk apa saja salah satunya muncul bercak darah pada air mani pria. Kenapa kondisi ini bisa terjadi? Pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai gangguan penyakit ini.

Hematospermia adalah munculnya bercak darah pada tetesan sperma saat ejakulasi. Hematospermia pada umumnya dialami oleh pria dibanding wanita dengan rentang usia antara 30 tahun keatas. Kebanyakan orang menganggap hematospermia terjadi sebagai gejala yang tidak membahayakan dan tidak selalu menunjukkan adanya kondisi yang serius, seperti kanker prostat. Hal ini mungkin berlaku bagi pria muda yang sehat, terlebih mereka yang tidak memiliki risiko terkena penyakit urologi yang serius. Dalam kebanyakan kasus, gejala hematospermia akan berhenti dengan sendirinya, tanpa pemberian obat-obatan, penanganan, atau intervensi.

Bagi penderita yang berusia di atas 40 tahun dan mengalami gejala hematospermia yang disertai dengan adanya darah pada urin dan berisiko terkena penyakit serius seperti penyakit pada sistem peredaran darah atau kanker, sangat disarnakan bagi penderita ini untuk menghubungi dokter ahli urologi untuk mendapatkan penanganan. Penyakit hematospermia ini disebabkan oleh banyak kondisi yang mempengaruhi pada sistem genitourinary pria.

Daerah yang terkena mungkin termasuk kandung kemih, uretra, testis, tabung yang mendistribusikan semen dari testis atau vesikula seminalis, epididimis atau segmen saluran sperma yang berfungsi untuk menyimpan sperma hingga matang dan kelenjar prostat.

Hematospermia juga bisa terjadi karena hasil dari biopsi pada kelenjar prostat. Sekitar 80% kasus pria yang menjalani biopsi prostat ditemukan darah dalam mani mereka dan umumnya berlangsung selama tiga sampai empat minggu. Vasektomi dapat menyebabkan air mani berdarah selama sekitar satu minggu setelah terkena.

Masih banyak faktor dan kondisi lain yang dapat menyebabkan hematospermia dan kebanyakan faktor dan kondisi tersebut berkaitan dengan sistem reproduksi pria. Tidak seperti sistem reproduksi wanita, sistem reproduksi pria sangat berkaitan dengan sistem kemih yang berfungsi untuk pembuangan zat sisa. Pada pria organ yang ada di bagian panggul dikenal sebagai sistem urogenital. Kandung kemih, rektum, prostat, uretra dan testis, terletak saling berdekatan satu sama lain dan juga memiliki jalur saluran yang sama. Oleh karena itu munculnya darah pada air mani yang mengalir melalui uretra dapat menyebabkan berbagai gangguan pada sistem urogenital.

Terdapat penyebab terjadinya hematospermia yang umum terjadi antara lain:

  • Kerusakan pada pembuluh darah di uretra. Seperti urin, sperma dan cairan seminal akan melewati uretra, dan apabila pembuluh darah di uretra mengalami kerusakan, maka darah akan mengalir keluar. Pada konsultasi awal dengan dokter atau ahli urologi, pasien akan ditanya apakah ia belum lama ini telah menjalani tindakan pada prostat, seperti operasi, radiasi sinar eksternal untuk pengobatan kanker, atau biopsi, karena tindakan tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Dalam kasus ini, darah pada air mani nantinya akan menghilang setelah beberapa minggu.
  • Infeksi. Penyebab paling umum terjadinya hipospremia diercaya karena adanya darah pada air mani adalah infeksi serta peradangan yang menyertainya. Infeksi dapat terjadi pada berbagai bagian sistem urogenital, terutama organ yang berfungsi untuk menghasilkan dan mengalirkan air mani dan cairan seminal.
  • Infeksi menular seksual seperti klamidia atau kencing nanah. Sistem urogenital juga rawan terkena berbagai infeksi akibat bakteri dan virus, yang merupakan penyebab utama dari empat dari sepuluh kasus hematospermia.
  • Trauma pada pembuluh darah. Sistem reproduksi pria memiliki jaringan pembuluh darah yang rumit. Trauma atau cedera apapun pada pembuluh darah yang terjadi di dalam batang penis, dan organ lain di sistem urogenital, dapat menyebabkan munculnya darah pada air mani.

Hipospermia dapat disebabkan oleh hal lain juga seperti masturbasi atau aktivitas seksual yang berlebihan, herpes pada alat kelamin, hemofilia, coitus interruptus (penis dikeluarkan dari vagina sebelum ejakulasi), tidak melakukan aktivitas seksual dalam jangka waktu yang panjang, pembengkakan pada kelenjar prostat, atau vasektomi.

Anda bisa mencegah munculnya penyakit inii dengan melakukan beberapa cara berikut ini:

  • Mulailah hidup sehat dengan megkonsumsi makanan bergizi
  • Jika Anda tidak pernah atau jarang berolahraga, mulailah untuk teratur melakukan olahraga minimal sehari dalam seminggu
  • Perhatikan kesehatan pasangan Anda saat berhubungan, hindari diri dari penyakit menular seks
  • Lakukan aktivitas seks lebih teratur
  • Hindari aktivitas mastrubasi secara berlebihan

Jika Anda masih mengalami gejala hematospermia, ada baiknya Anda segera menghubungi dokter ahli untuk menlakukan pemeriksaan dan penaganan lebih lanjut.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY