Pencegahan Hiperhidrosis pada Anak

SehatFresh.com – Anak-anak sangat rentan terserang berbagai penyakit, hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor. Selain kondisi lingkungan, genetik dan gaya hidup, masih ada banyak faktor yang bisa menyebabkan anak-anak terserang penyakit.

Semua gangguan yang terjadi pada anak-anak tentunya akan membuat orangtua khawatir, selain itu kondisi ini akan mebuat anak-anak tidak bisa menjalankan aktifitas sehari-hari dengan maksimal. Pertumbuhan dan perkembangan anakpun dapat terganggu akibat kesehatan dan tubuh yang tidak fit.

Salah satu kondisi yang bisa mengganggu anak-anak adalah hiperhidrosis. Seperti apa dan bagiamana kondisi hiperhidrosis ini bisa terjadi? Kita akan membahas hal tersebut pada kesempatan ini.

Bagi Anda yang mendapati anak Anda sering berkeringat bahkan berkeringat tanpa sebab, sebaiknya Anda mewaspadai kondisi ini. Hiperhidrosis adalah kondisi medis yang ditandai dengan munculnya keringat secara berlebihan. Munculnya keringat berlebih ini bisa dari berbagai bagian tubuh seperti wajah, tangan, telapak tangan, ketiak, dan bahkan kaki. Keringat berlebih tidak hanya menyebabkan rasa tidak nyaman pada anak, tapi secara sosial juga menyebabkan berkurangnya rasa percaya diri ketika berhadapan dengan orang lain.

Hiperhidrosisi sering menyerang pada empat bagian utama tubuh yang merupakan area prespirasi:

  • Palmer Hiperhidrosis, yaitu keringat berlebih pada telapak tangan.
  • Facial Hiperhidrosis, yaitu keringat berlebih pada wajah.
  • Axillary Hiperhidrosis, yaitu keringat berlebih pada bagian ketiak.
  • Plantar Hiperhidrosis, yaitu keringat berlebih pada kaki.

Berkeringat atau mengeluarkan keringat sebenarnya normal saja terjadi pada Anak untuk menjaga kondisi suhu tubuhnya. Anak yang sehat biasanya akan berkeringat saat suhu tubuhnya panas karena mengeluarkan tenaga misalnya saat olahraga, atau makan makanan yang pedas atau panas. Karena respon tubuh akibat faktor emosional juga bisa menyebabkan berkeringat, termasuk marah, gugup, takut atau malu. Namun, anak dengan kondisi hiperhidrosis bisa berkeringat banyak tanpa dipicu oleh hal diatas.

Penyebab utama hiperhidrosis (sebagian besar dan umum dialami) adalah ketidakseimbangan fungsi-fungsi tubuh. Ketidakseimbangan fungsi tubuh ini bisa berkaitan dengan syaraf-syaraf yang membantu tubuh merasakan rangsangan panas, sakit, dan sentuhan. Hal lain yang bisa jadi penyebab adalah proses-proses metabolisme tubuh yang memicu munculnya keringat berlebihan. Faktor-faktor natural yang menyebabkan keringat berlebihan adalah udara panas, menderita stres dan kondisi-kondisi yang memicu tingkat emosional. Terlepas dari penyebabnya, hiperhidrosis atau keringat berlebihan dianggap sebagai masalah kesehatan serius karena dapat memSengaruhi kesehatan emosional dan sosial seseorang. Penyebab lain yang lebih serius biasanya berkaitan dengan penyakit tertentu yang diderita seseorang.

Kondisi hiperhidrosis memang tidak mengancam jiwa anak, namun konidisi ini akan sangat mempengaruhi kehidupan sosail anak. Tidak jarang anak akan merasa minder dan tidak percaya diri saat berhadapan atau tampil didepan umum. Mencegah keringat berlebih dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

  • Kurangi dan bila memungkinkan hindari makanan yang pedas dan bersifat panas di dalam tubuh.
  • Perbanyak makan sayuran dan buah-buahan karena memiliki efek mendinginkan tubuh.
  • Pakailah pakaian berbahan katun yang tipis dan longgar.
  • Gunakan anti prespirant atau bisa juga deodoran yang mengandung anti prespirant yang berfungsi mengontrol keringat dan menjaga tubuh tetap segar.
  • Sebisa mungkin hindari stress atau kondisi yang menyebabkan tekanan pada mental.

Jika kondisi ini masih terus terjadi setelah melakukan pencegahan, ada baiknya jika anak diperiksakan kepada tenaga medis untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi yang diderita serta mendapatakan penanganan yang sesuai.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY