Pencegahan Hipogonadisme

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hubungan seksual adalah kebutuhan yang diperlukan dalam sebuah hubungan terutama bagi mereka yang sudah menikah. Hubungan seks pada pasangan suami istri akan membantu mereka mendapatkan hubungan yang harmonis dan baik. Selain itu, hubungan seks dapat menjadi sarana percakapan yang baik bagi pasangan untuk bebincang.

Bagaimana jika salah satu dari pasangan kita mengalami penurunan gairah seks? Tentu hal ini akan sangat berdampak tidak baik untuk hubungan kita. Banyak faktor penyebab gairah seks menurun. Salah satunya karena kondisi  hipogonadisme. Pada kesempatan ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Hipogonadisme atau dikenal juga dengan kurangnya produksi hormon seksual, bisa terjadi pada pria maupun wanita. Hal ini karena hormon seksual yang dihasilkan oleh kelenjar seksual pada pria disebut testis dan pada wanita disebut ovarium berada di bawah jumlah normal. Hormon seksual memiliki fungsi untuk mengatur karakteristik seksual sekunder, di antaranya membantu produksi sperma dan perkembangan testis pada pria. Sedangkan pada wanita, hormon ini berperan dalam pertumbuhan payudara dan siklus menstruasi. Hormon seksual juga berperan dalam pertumbuhan rambut kemaluan, baik pada pria maupun wanita.

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa hipogonadisme bisa menyerang pria dan wanita, gejala yang terjadi karena hipogonadisme juga memiliki gejala yangberbeda pada pria dan wanita. Berikut gejala yang timbul pada pria dan wanita karena hipogonadisme:

Gejala pada wanita:

  • Pertumbuhan payudara berjalan lambat atau bahkan tidak ada payudara sama sekali
  • Siklus menstruasi kurang lancar atau tidak terjadi sama sekali
  • Penurunan gairah seksual
  • Hilangnya bulu-bulu pada badan
  • Perubahan energi dan suasana hati
  • Badan terasa panas
  • Keluarnya cairan kental berwarna putih dari payudara

Gejala pada pria:

  • Pertumbuhan payudara yang tidak normal
  • Mudah lelah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Berkurangnya massa otot
  • Lengan dan kaki tumbuh memanjang atau ramping seperti wanita
  • Tubuh jarang ditumbuhi rambut
  • Suara terdengar kurang dalam selayaknya pria normal
  • Testis dan penis mengecil
  • Hilangnya gairah seksual
  • Disfungsi ereksi
  • Mandul
  • Badan terasa panas
  • Osteoporosis

Hipogonadisme juga bisa disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah datangnya penyakit ini:

  • Ubah gaya hidup dan usahakan untuk melakukan diet
  • Mulailah berolahraga secara teratur
  • Cukupi tubuh dengan asupan kalsium dan Vitamin D
  • Hindari diri Anda dari stress dengan

Penanganan hipogonadisme pada pria umumnya dilakukan melalui terapi penggantian testosteron (TRT) dengan cara memasukkan testosteron buatan ke dalam tubuh untuk menutupi kekurangan hormon tersebut. Testosteron buatan bisa diberikan dalam bentuk suntik, tablet, gel, atau koyo.

Selain dengan terapi penggantian testosteron (TRT), pengobatan hipogonadisme pada remaja yang mengalami keterlambatan pubertas atau pada pria dewasa yang mengalami penurunan produksi sperma bisa dilakukan dengan memeberikan suntikan hormon pelepas gonadotropin.

Sedangkan untuk penanganan hipogonadisme pada wanita umumnya dilakukan melalui pemberian hormon estrogen buatan dalam bentuk suntik, pil, atau koyo. Namun metode pengobatan ini berisiko memicu terjadinya kanker endometrial. Untuk menghindari hal tersebut, biasanya pemberian estrogen akan dikombinasikan dengan progesteron.

Pada wanita yang sulit hamil, pengobatan biasanya akan dilakukan dengan memicu ovulasi melalui pemberian pil yang mengandung hormon follicle-stimulating (FSH) atau penyuntikan hormon human choriogonadotropin (hCG). Kedua metode pengobatan ini juga bisa diterapkan pada penderita hipogonadisme yang mengalami gangguan siklus menstruasi. Sedangkan pada wanita yang merasakan gejala penurunan gairah seksual, biasanya pengobatan akan dilakukan melalui terapi pemberian testosteron dalam dosis rendah.

Jika Anda merasa sudah melakukan pencegahan namun masih mengalami gejala yang disebutkan diatas, ada baiknya jika Anda segera menghubungi tenaga medis untuk berkonsultasi dan mendapatkan penanganan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY