Pencegahan Kehamilan Ektopik

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Mencegah kehamilan ektopik sangatlah diperlukan terutama untuk wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya. Riwayat memiliki kehamilan ektopik bisa membuat wanita mengalami kehamilan ektopik pada kehamilan berikutnya, hal ini dikarenakan jika penyebab kehamilan ektopik tidak diketahui dan belum diatasi wanita tersebut bisa mengalami kehamilan ektopik kembali.

Wanita harus mencegah berbagai hal yang bisa menyebabkan dirinya bisa terkena kehamilan ektopik. Hal itu sangat penting mengingat dari tahun ke tahun angka penderita kehamilan ektopik semakin meningkat. Berikut ini berbagai macam cara yang bisa digunakan untuk mencegah kehamilan ektopik :

  • Stop merokok. Berhenti merokok adalah salah satu cara yang bisa digunakan untuk mencegah kehamilan ektopik. Wanita yang menjadi perokok aktif sangat rentan untuk mengalami kehamilan ektopik. Alasannya adalah bahaya merokok , mengandung banyak zat-zat berbahaya yang akan masuk ke dalam tubuh dan mempengaruhi kinerja tubuh wanita tersebut. Jaringan di dalam rahim pun akan terganggu akibat dari konsumsi rokok.
  • Alat pengaman. Bagi wanita yang suka berganti-ganti pasangan ketika akan berhubungan seksual sebaiknya menggunakan alat pengaman. Salah satunya adalah menggunakan kondom, kondom bisa memberikan rasa aman bagi wanita yang suka melakukan hubungan seksual dengan berganta-ganti pasangan. Selain bisa meminimalisir kehamilan, kondom yang digunakan bisa mencegah terjadinya penyakit menular seksual.
  • Setia pada pasangan. Wanita yang sering berganti pasangan akan rentan untuk terkena penyakit menular seksual. Penyakit menular seksual tersebut bisa menyebabkan seseorang terkena radang panggul. Radang panggul adalah penyebab kehamilan ektopik yang paling umum. Radang panggul bisa menyebabkan jaringan parut berada di saluran tuba sehingga zigot yang berenang akan menempel di saluran tuba.
  • Jaga kebersihan organ intim. Organ intim yang tidak bersih dan tidak sehat dapat membuat seseorang terkena PMS. Kuman dan jamur tersebut bisa berkembang di vagina dan menyebabkan penyakit menular seksual seperti klamidia, gonore dan masih banyak lagi lainnya.
  • Hindari berbagai macam pembedahan. Pembedahan khusus di bagian reproduksi bisa meningkatkan resiko seseorang terkena kehamilan ektopik. Pembedahan tersebut misalnya saja pembedahan di saluran tuba, ovarium, pembedahan perut dan juga pembedahan di bagian bawah perut. Alasannya adalah tindakan pembedahan itu bisa menyebabkan timbulnya jaringan parut di dalam jaringan rahim wanita, jika jaringan parut muncul resiko terkena kehamilan ektopik akan meningkat tajam.
  • PID. PID disebut juga dengan IMS, selain PMS wanita rentan terkena Infeksi Menular Seksual atau IMS. IMS yang diderita wanita bisa memicu kerusakan saluran tuba, jika saluran tuba rusak resiko terkena kehamilan ektopik akan meningkat.
  • Pemeriksaan Kehamilan. Saat akan melakukan pemeriksaan kehamilan pertama, penting bagi wanita yang sedang hamil untuk melakukan USG. Manfaat USG kehamilan bisa digunakan untuk melihat letak kantung janin apakah berada di tempat yang seharusnya yaitu di rahim. Ketika dokter menemukan kejanggalan bahwa janin tidak ada di dalam tempatnya, dokter akan memeriksa panggul pasien untuk mengetahui pusat rasa sakit dan adanya benjolan di sekitar perut pasien.
  • Pemeriksaan Laboratorium. Pemeriksaan laboratorium bisa dgunakan untuk pencegahan kehamilan ektopik sedini mungkin. Pasien diminta untuk mengingat kadar hormon HCG yang dimilikinya, jika suatu saat hamil dan hanya memiliki sedikit peningkatan kadar hormon HCGnya bisa dipastikan bahwa pasien memiliki kehamilan ektopik. Pada tanda-tanda kehamilan normal, HCG wanita akan meningkat sebanyak dua kali lipat dibandingkan sebelum kehamilan terutama sejak dua hari pertama kehamilan. Untuk kehamilan ektopik, kadar HCGnya hanya akan meningkat sedikit saja. Bagi wanita yang memeriksakan kadar HCG dan dijumpai sedikit peningkatan sebaiknya segera mengecek dimana letak kehamilannya tersebut. Apakah tepat berada di dalam rahim atau malah berada di jaringan rahim. Pengecekan itu bisa menggunakan dengan USG.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY