Pencegahan Kehamilan Placenta Previa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Plasenta atau ari-ari akan terbentuk dalam rahim saat seorang wanita menjadi hamil. Organ ini berfungsi untuk menyalurkan oksigen dan nutrisi untuk bayi, sekaligus mengangkat zat-zat buangan dari darah bayi. Placenta previa terjadi pada 1 dari 200 kehamilan, placenta previa merupakan kondisi di mana plasenta melekat pada bagian bawah rahim sedemikian rupa sehingga menutupi bukaan leher Rahim. Kondisi ini lebih sering terjadi pada bulan-bulan awal kehamilan, jika seorang ibu hamil mengalami placenta previa, ia dan janin akan memiliki resiko pendarahan berlebih jika kondisi ini terus berlangsung selama kehamilan hingga saat persalinan tiba.

Selain placenta previa, letak placenta juga bisa mengalami ketidaknormalan yang disebut plasenta rendah (low-lying placenta), dimana plasenta terletak sangat dekat dengan bukaan rahim tapi tidak sampai menutupinya. Placenta previa jarang terjadi pada kehamilan pertama seorang ibu, tapi kecenderungan untuk terjadinya kondisi ini semakin meningkat pada kehamilan-kehamilan berikutnya.

Ibu hamil patut curiga jika mengalami pendarahan pada saat kandungan berusia 21 sampai 40 minggu. Jika terjadi pendarahan pada rentan waktu masa kandungan akhir trisemester kedua hingga awal trisemester ketiga maka ada kemungkinan ibu mengalami plasenta previa dan harus melakukan USG untuk memastikannya.

Pendarahan yang terjadi melalui vagina tidak terasa nyeri. Ibu hamil dengan kondisi plasenta yang tidak normal pada usia kandungan sudah tua beresiko bayi dilahirkan prematur, atau melahirkan dengan cara caesar. Caesar harus dilakukan terutama jika plasenta menutup seluruh jalan kelua rahim sehingga tidak memungkinkan untuk melahirkan normal. Sedangkan jika terjadi pada usia kandungan masih muda beresiko terjadi komplikasi pada saat persalinan.

Untuk menghindari resiko fatal yang bisa disebabkan karena kondisi plasenta previa, ibu hamil yang mengalami hal ini sebaiknya jangan menggunakan produk pembersih vagina yang dijual bebas atau obat-obatan lainnya. Ibu hamil dengan kondisi ini juga sebaiknya jangan berhubungan seks terlebih dahulu hingga dinyatakan aman.

Agar mengurangi resiko pendarahan dan melahirkan secara prematur dan tidak normal, sebaiknya ibu hamil dengan plasenta previa melakukan hal-hal berikut ini:

  • Bed rest. Banyak-banyaklah istirahat agar tidak terjadi tekanan pada area rahim dan plasenta, jangan mengangkat barang-barang yang berat dan sebaiknya menggunakan toilet duduk pada saat buang air.
  • Rajin control. Jika pada usia kehamilan sudah memasuki trisemester ketiga plasentanya menutupi sebagian rahim namun tidak mengalami pendarahan, Anda harus sering rutin kontrol ke dokter untuk memantau kondisi rahim dan perkembangan janin. Keputusan untuk melahirkan normal atau tidak dilihat dari letak plasenta yang menutupi jalan rahim.
  • Pelvic rest. Karena rentan terjadi pendarahan, ibu hamil sebaiknya tidak melakukan treatment apapun pada area vagina seperti membersihkan cairan pembersih, melakukan hubungan seks, atau memakai pembalut vagina. Jika ingin mencegah noda darah melebar ke mana-mana gunakan saja pembalut dari kain seperti kain popok atau celana dalam yang sudah rusak dan tidak dipakai sebagai pengganti pembalut kapas.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY