Pencegahan Kolesterol Tinggi pada Remaja

SehatFresh.com – Saat ini banyak orang tua yang bermasalah dengan kolesterol tinggi. Memang, kolesterol tinggi merupakan awal dari perkembangan berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung dan stroke. Namun, masalah kolesterol tinggi tidak hanya dialami para orang tua saja. Saat ini, sejumlah penyakit kronis yang berpangkal dari kolesterol juga telah banyak dialami anak-anak dan remaja.

Kolesterol tidak selalu buruk karena pada dasarnya kolesterol ini penting untuk fungsi tubuh. Kolesterol adalah lemak yang terdapat di dalam aliran darah. Tubuh membutuhkan kolesterol untuk membangun sel-sel sehat serta sebagai bahan utama untuk beberapa hormon. Umumnya, kolesterol diperoleh dari makanan yang berasal dari hewan seperti daging, telur, dan produk susu. Semakin banyak seseorang mengonsumsi makanan dengan kolesterol tinggi, kadar kolesterol semakin tidak seimbang. Kolesterol tinggi dapat mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah yang menjadi awal penyakit jantung dan stroke.

Beberapa kasus kolesterol tinggi pada remaja berkaitan dengan faktor genetik. Jenis kolesterol tinggi yang hadir pada saat lahir, disebut hiperkolesterolemia familial. Penyakit jantung juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Kolesterol tinggi dan penyakit jantung memiliki kaitan erat. Bila ada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit jantung, anak menjadi lebih rentan terhadap kolesterol tinggi.

Obesitas di kalangan anak-anak dan remaja juga berhubungan dengan peningkatan jumlah remaja yang memiliki masalah kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi dan diabetes. Kurang gerak dan pola makan yang buruk merupakan dua penyebab utama peningkatan kasus obesitas pada anak-anak dan remaja di era modern ini. Saat ini, banyak anak dan remaja yang menghabiskan waktunya hanya untuk duduk menonton televisi, main internet atau main video games. Kondisi ini semakin diperparah dengan kebiasaan sering ngemil keripik atau makanan manis.

Terkait peningkatan kejadian obesitas yang memprihatinkan, American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan agar para anak dan remaja melakukan pemeriksaan kolesterol antara usia sembilan hingga 11 tahun dan dilakukan lagi antara usia 17 hingga 21 tahun. Pemeriksaan kadar kolesterol sejak dini dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Secara garis besar, kolesterol dibedakan menjadi HDL (high-density lipoprotein) yang disebut sebagai kolesterol baik dan LDL (low-density lipoprotein) sebagai kolesterol jahat. Kadar kolesterol total 200 miligram per desiliter atau lebih dianggap sebagai kolesterol tinggi. Kadar kolesterol total antara 170 dan 199 miligram per desiliter dianggap sebagai batas tinggi. Dikatakan rendah atau ideal, bila kadar total kolesterol kurang dari 170 miligram per desiliter. Kadar LDL yang sehat untuk remaja adalah kurang dari 130 miligram per desiliter. Sedangkan, kadar HDL yang sehat untuk remaja lebih besar dari 45 miligram per desiliter.

Pencegahan kolesterol tinggi pada remaja dapat dilakukan dengan mempertahankan berat badan yang sehat melalui perubahan gaya hidup berikut ini:

  • Terapkan pola makan gizi seimbang. Sertakan banyak protein rendah lemak, buah, sayuran, dan biji-bijian dalam menu harian. Idealnya, konsumi lima porsi buah dan sayur setiap hari.
  • Hindari konsumsi berlebih makanan yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans. Lemak jenuh biasanya ditemukan di produk hewani (daging dan telur) dan produk susu (keju dan mentega). Banyak makanan ringan (cookies dan chip) yang juga tinggi lemak jenuh. Lemak trans biasanya ditemukan dalam makanan olahan (donat dan keripik) dan makanan yang digoreng.
  • Menjadi aktif dan berolahraga secara teratur dapat meningkatkan kadar HDL dalam tubuh dengan merangsang tubuh untuk menggerakkan endapan lemak ke hati untuk dipecah. Anak dan remaja perlu melakukan aktivitas fisik idealnya 60 menit per hari untuk menjaga berat badan tetap sehat sehingga terhindar dari masalah ketidakseimbangan kolesterol yang merugikan kesehatan.
  • Bila anak telah mengidap kolesterol tinggi, orangtua dapat berkonsultasi dengan ahli gizi untuk memudahkan penerapan pola makan dan gaya hidup lainnya yang dapat membantu mengatasi dan mencegah kolesterol tinggi datang kembali.

Sumber gambar : www.sehatdanfit.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY