Pencegahan Mimisan pada Remaja

papasemar.com

SehatFresh.com – Mimisan merupakan kondisi yang diakibatkan erosi atau pecahnya jalinan pembuluh darah di bagian dalam selaput lendir hidung. Mimisan dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu mimisan ringan dan mimisan berat. Mimisan sering terjadi pada balita, anak-anak, remaja, dan juga orang dewasa.

Ketika seorang remaja mengalami minisan, seringkali orang di sekitarnya merasa panik. Pada umumnya mimisan terjadi bukan karena penyakit serius. Akan tetapi, apabila mimisan terjadi secara terus-menerus maka hendaknya segera periksakan ke dokter.

Mimisan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Faktor pemicunya dapat berupa penggunaan obat-obatan, keturunan, hingga penyakit. Beberapa di antaranya adalah:

  • Proses buang ingus yang terlalu kencang.
  • Tidak sengaja melukai dinding hidung saat mengorek hidung.
  • Udara yang kering dan dingin. Lapisan dalam hidung yang kering menjadikannya lebih rentan terluka dan terinfeksi.
  • Bentuk hidung yang bengkok, misalnya karena keturunan atau cedera.
  • Sinusitis akut atau kronis.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, misalnya aspirin, antikoagulan, atau obat pelega hidung yang berlebihan.
  • Iritasi akibat senyawa kimia, misalnya amonia.
  • Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti menghirup kokain.
  • Operasi hidung.
  • Tumor pada rongga hidung.
  • Kelainan pada kemampuan pembekuan darah, misalnya hemofilia.
  • Konsumsi alkohol.

Langkah Pencegahan Mimisan

Bekas luka pada pembuluh darah sehabis mimisan biasanya dapat membentuk koreng dan membuat hidung terasa tidak nyaman. Tetapi jangan mengorek koreng tersebut karena hal ini dapat kembali memicu mimisan.

Hidung juga umumnya akan lebih rentan terkena iritasi atau infeksi setelah mimisan. Maka menjauhlah sebisa mungkin dari pengidapĀ fluĀ atau pilek. Menghindari rokok, minuman keras, serta minuman panas juga dapat membantu.

Selain untuk menghindari kembalinya mimisan, ada beberapa langkah sederhana yang mungkin berguna dalam pencegahan kondisi ini.

  • Berhati-hatilah saat mengorek hidung, jangan terlalu dalam.
  • Jangan membuang ingus terlalu kencang.
  • Kurangi merokok. Rokok dapat mengurangi kelembapan hidung dan meningkatkan risiko iritasi hidung.
  • Gunakan obat pelega hidung sesuai dengan dosis pada kemasan atau anjuran dokter.
  • Diskusikan dengan dokter jika Anda pernah mimisan dan harus menggunakan obat antikoagulan.

Untuk mencegah mimisan berulang setelah mimisan berhenti, jangan mengopek hidung dan jangan tidur terlentang selama beberapa jam. Tetap posisi duduk selama beberapa jam. Jangan memasukkan kapas/tisu ke dalam rongga hidung. Penanganan mimisan memang dapat dilakukan dengan memasukkan kassa ke dalam hidung, namun tindakan tersebut harus dilakukan oleh dokter atau paramedis terlatih. Memasukkan tisu/kapas/benda lain ke dalam hidung bisa jadi menyebabkan terjadinya luka baru. Jika mimisan tidak berhenti lebih dari 15 menit, segeralah ke dokter/UGD terdekat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY