Pencegahan Multiple Sclerosis pada Anak-Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Multiple Sclerosis ( MS ) adalah penyakit yang menyerang sistem saraf pusat, terutama otak, saraf tulang belakang, dan saraf mata atau lebih dikenal dengan penyakit autoimun. Hal ini dapat mengganggu sinyal yang mengirimkan pesan antara otak dan otot-otot pada tungkai. Hal ini disebabkan sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari kuman penyakit menjadi lebih aktif serta menyerang jaringan pelindung di sekitar saraf (mielin selubung) dan merusak sinyal tersebut. Beberapa penelitian menemukan bahwa faktor genetik, kekurangan vitamin D, infeksi virus atau bakteri dapat memengaruhi terjadinya situasi seperti itu.

Apakah Multiple Sclerosis bisa terjadi pada anak – anak ?

Umumnya gejala pertama dari penyakit MS muncul pada usia 20 atau 40 tahun.  Menurut sebuah penelitian, sebanyak 5-10% dari semua penderita multiple sclerosis mengalami gejala awal mereka sebelum usia 16 tahun. Sebuah organisasi Multiple Sclerosis International Federation (MSIF) memperkirakan bahwa secara global ada sekitar 2.3 miliar orang yang terkena multiple sclerosis. Sekitar 8,000-10,000 dari 400.000 kasus multiple sclerosis adalah orang-orang di bawah usia 18 tahun di Amerika Serikat. Jika Anda melihat gejala awal multiple sclerosis pada anak, Anda dapat menangani kondisi tersebut lebih awal agar tidak bertambah parah di kemudian hari.

Diagnosis penyakit ini tergolong sulit karena gejala yang ditimbulkan setiap orang berbeda-beda. Beberapa kasus tergolong ringan, ada juga yang dapat melemahkan dan bahkan mengancam jiwa. Beberapa kasus yang menyerang saraf penglihatan, mengakibatkan gangguan penghilatan. Penderita lain yang terkena pada sebagian besar saraf otot, mengakibatkan kesulitan berjalan atau melakukan tugas sehari-hari. Penderita lainnya menyerang saraf sensorik sehingga penderita merasa mati rasa atau kesemutan.

Karena gejala yang dialami sulit untuk diidentifikasi, diagnosis  multiple sclerosis pada anak-anak tergolong lebih rumit dari orang dewasa. Tanda dan gejala pada anak kadang-kadang tidak sama seperti pada orang dewasa namun lebih sering terjadi, seperti kejang dan perubahan status mental (lethargy). Anak-anak sering mengalami mengalami tremor, sakit berulang dan cacat sehingga mereka kesulitan untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

Multiple Sclerosis merupakan penyakit yang tidak ada obatnya. Sehingga penggobatan untuk anak-anak lebih dikhususkan untuk tiga tujuan, yaitu mengobati serangan penyakit, mencegah penyakit di masa depan, dan meringankan gejala penyakit.

Perawatan untuk anak-anak penderita Multiple Sclerosis didasarkan pada pengobatan untuk orang dewasa. Pengobatan dilakukan dengan pemberian obat kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan di otak. Jika kortikosteroid tidak cukup efektif, pilihan pengobatan lain mungkin akan dilakukan seperti imunoglobulin intravena (IVIG) dan pertukaran plasma.

Pemberian kortikosteroid pada beberapa anak akan memberikan efek samping seperti perubahan perilaku dan suasana hati, peningkatan tekanan darah dan gula darah, serta sakit perut. Untuk menangani masalah ini sebaikanya ada dokter yang mengawasi selama jalannya pengobatan.

Ketika anak Anda memiliki multiple sclerosis, Anda dapat melakukan pencegahan dan berkonsultasi ke dokter anak untuk penangan lebih lanjut. Berikut adalah beberapacara bagi Anda untuk mencegah terjadinya MS pada anak serta pencegahan pada gejalanya :

  • Pemberian Obat-obatan

Langkah ini bertujuan mencegah atau mengurangi gejala seperti kejang, gangguan pergerakan mata, dan nyeri neuropatik. Beberapa obat digunakan untuk melemaskan otot, mengatasi gangguan kemih dan pencernaan.

  • Fisioterapi

Terapi fisik ini dapat digunakan untuk mengatasi gejala kejang otot, otot kaku, nyeri atau sakit pada bagian-bagian tubuh, serta gangguan mobilitas lainnya.

  • Terapi Psikologi

Terapi psikologis berguna bagi mereka yang mengalami gangguan kognitif dan emosional.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY