Pencegahan Pembuluh Darah Pecah pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pembuluh darah memiliki tugas sangat penting bagi keberlangsungan kerja organ tubuh dimana pembuluh darah menjamin pasokan oksigen dan nutrisi pada semua organ vital dalam tubuh. Organ ini mampu mengangkut lebih dari 6800 liter darah tiap hari. Sepanjang usia manusia masih hidup, pembuluh darah akan mengangkut hingga miliaran liter darah ke seluruh tubuh.

Pecahnya pembuluh darah bisa terjadi di beberapa tempat, salah satunya di otak. Jika pembuluh darah pecah terjadi di otak, maka hal ini akan menimbulkan pendarahan otak atau biasa disebut brain hemorrhage . Pendarahan ini akan berakibat fatal karena bisa mengakibatkan matinya sel-sel otak. Sebanyak 13 dari 100 orang yang stroke adalah dikarenakan perdarahan otak. Stroke tidak hanya bisa diderita oleh orang tua saja namuan penyakit ini juga bisa menimpa anak dan remaja.

Gejala yang mungkin timbul Jika seseorang mengalami pecah pembuluh darah di otak, adalah sakit kepala hebat yang datang secara mendadak. Mendadak mengalami kesemutan atau kelumpuhan di wajah, lengan, atau kaki. Mata mengalami kesulitan melihat, baik pada salah satu atau kedua-duanya. Sulit menelan makanan. Susah mengendalikan koordinasi tubuh dan hilang keseimbangan. Sering merasa mual. Muntah-muntah. Hilang kesadaran, lesu, mengantuk, dan tidak sadar akan keadaan di sekitarnya. Mengalami masalah terkait kemampuan bahasa, baik ketika menulis, bicara, membaca, atau memahami sesuatu. Mengalami kebingungan atau mengigau.

Bila stroke akibat pecahnya pembuluh darah otak terjadi, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit, agar tidak terjadi sesuatu yang lebh buruk lagi. Sebagian pasien yang selamat dari pembuluh darah pecah di otak berkemungkinan tetap mengalami masalah sensorik, kejang, sakit kepala, atau masalah ingatan. Maka dari itu, bagi mereka yang selamat dari kondisi ini tetap membutuhkan usaha untuk memulihkan kondisinya secara maksimal, mulai dari terapi fisik hingga terapi bicara

Pembuluh darah pecah adalah kondisi yang kebanyakan bisa dicegah, langkah pencegahan yang dilakukan adalah untuk menghentikan kebiasaan buruk yang dapat memperbesar risiko, seperti:

  • Berhenti merokok. Ingat, jika anak Anda adalah remaja yang sudah mulai merokok maka sebaiknya beri pengertian ke anak Anda bahwa rokok dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan. Salah satunya termasuk pecahnya pembuluh darahyang mengancam nyawa anak Anda. berhentilah merokok untuk kebaikan Anda dan mengurangi risiko pembengkakan pembutuh darah pada otak.
  • Hindari alkohol. Jauhilah alkohol dari anak Anda untuk mengurangi risiko penyakit pembunuh diam-diam itu. Ketika seseorang minum terlalu banyak, pembuluh darah dapat lemah, sehingga efeknya menyebabkan pecahnya pembuluh darah di otak.
  • Diet sehat. Mengatur pola makan setiap hari sangat berperan penting dalam mencegah aneurisma otak. Banyak-banyaklah makan warna-warni buah, sayuran dan biji-bijian. Ini akan membantu untuk mengelola faktor-faktor yang memicu pembuluh darah otak Anda pecah.
  • Olahraga secara tepat dan teratur pasti akan membantu Anda dalam mencegah aneurisma otak. Profesional medis menyarankan melakukan, sempatkan waktu 30 menit untuk olahraga rutin setiap hari. Manfaatnya yaitu Anda dapat menghindari pecahnya pembuluh darah, menjaga berat badan Anda dan kualitas hidup yang lebih baik.
  • Pengidap penyakit jantung atau tekanan darah tinggi, maka mengobati keduanya akan memperkecil risiko terjadinya pembuluh darah pecah di otak.
  • Pengidap diabetes, mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh juga bisa membantu mengurangi risiko terjadinya hal ini.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY